DIY Siapkan Vaksinator Covid-19

YOGYAKARTA, SM Network – Provinsi DIY rencananya akan mendapat jatah 2,2 juta vaksin Covid-19 untuk tahap pertama. Namun jumlah itu belum final karena masih dihitung angka kebutuhannya.

“Angka 2,2 juta itu data berjalan. Kami sedang memprosesnya,” kata Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) DIY Pembajun Setyaningastutie, Minggu (6/12).

Pendataan sasaran vaksinasi Covid-19 ini minimal mengacu tiga kriteria yakni usia produktif 18-59 tahun, tidak memiliki penyakit penyerta atau komorbid, dan tidak menderita penyakit infeksi. Menurut Pembajun, target penerima suntikan adalah orang yang sehat karena vaksin Covid-19 sendiri masih dalam tahap trial.

Jika sudah ada kepastian informasi dari pusat, pihaknya akan langsung melakukan sosialisasi ke masyarakat. Sembari menunggu, Dinkes telah mempersiapkan pelatihan bagi vaksinator yang nantinya juga akan dilibatkan dalam tahapan sosialisasi ke publik.

Vaksinator ini berasal dari kalangan petugas di Dinkes DIY dan kabupaten/kota, serta fasilitas layanan kesehatan. “Sementara ini, sosialisasi baru sebatas lingkup tenaga medis dan fasilitas kesehatan. Informasinya akhir Desember mulai vaksinasi tapi bisa jadi akan mundur lagi,” ujar Pembajun.

Di lain sisi, dia mengingatkan masyarakat agar tetap menjalankan protokol kesehatan meskipun sudah ditemukan vaksin Covid-19. Prinsip vaksin adalah memasukkan bibit penyakit yang telah dilemahkan ke dalam tubuh. Tujuannya untuk merangsang antibodi.

“Harapannya setelah dilakukan vaksinasi akan muncul kekebalan masyarakat. Mengingat ini adalah virus baru, sehingga tidak lantas sudah divaksin lalu abai protokol kesehatan,” katanya.

Bagi warga yang memiliki komorbid, dia menyarankan agar jaga diri sembari melihat hasil efektivitas vaksin pada trial tahap pertama. Sesuai teori, jika 85 persen populasi telah memperoleh vaksin dan terbentuk kekebalan masyarakat, baru bisa dibilang berhasil.

Terpisah, Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo mengatakan, SDM di daerah sudah siap untuk menjalankan program vaksinasi Covid-19. Dia memandang, pelaksanaannya tidak jauh berbeda dengan kegiatan imunisasi yang sudah rutin dilaksanakan.

“Jaringan dan sarananya sudah siap. Tinggal menunggu surat resmi dari pusat,” ujarnya.

Pihaknya juga masih mendata kebutuhan vaksin untuk wilayah Sleman. Selain usia produktif, vaksinasi juga akan diprioritaskan bagi pekerja yang rentan terpapar Covid-19 termasuk tenaga kesehatan.

Tinggalkan Balasan