DIY Catat Angka Kesembuhan Tertinggi

YOGYAKARTA, SM Network – Jumlah pasien Covid-19 di DIY yang sembuh pada Jumat (22/5) mencapai 13 kasus. Itu merupakan angka kesembuhan tertinggi dalam sehari, sejak kasus positif Covid-19 ditemukan di wilayah ini pada pertengahan Maret lalu.

Ketiga belas pasien yang dinyatakan sembuh itu yakni kasus 98 (laki-laki, 13 tahun, Kulon Progo), kasus 101 (laki-laki, 32 tahun, Bantul), kasus 146 (laki-laki, 15 tahun, Sleman), kasus 157 (laki-laki, 32 tahun, Bantul), kasus 160 (perempuan, 32 tahun, Kulon Progo), dan kasus 166 (laki-laki, 70 tahun, Yogyakarta). Lainnya adalah kasus 167 (perempuan, 56 tahun, Bantul), kasus 168 (laki-laki, 49 tahun, Yogyakarta), kasus 170 (laki-laki, 34 tahun, Bantul), kasus 171 (perempuan, 65 tahun, Bantul), kasus 182 (laki-laki, 35 tahun, Sleman), kasus 184 (laki-laki, 45 tahun, Bantul), dan kasus 198 (laki-laki, 32 tahun, Sleman). “Ini adalah catatan sembuh tertinggi dalam sehari,” kata Juru Bicara Pemda DIY untuk Penanganan Covid-19, Berty Murtiningsih, Jumat (22/5).

Dari 13 pasien sembuh itu, enam orang diantaranya adalah karyawan supermarket Indogrosir yakni kasus 157, 160, 167, 170, 182, dan 184. Adapun riwayat pasien sembuh lainnya, kasus 98 diketahui baru saja pulang dari pesantren Temboro, kasus 101 adalah pekerja migran dari Amerika Serikat, kasus 146 berasal dari ponpes Magetan, dan kasus 166 positif sehabis dikunjungi anak dari luar kota. 

Sedangkan pasien nomer 168 merupakan klaster gereja, pasien 171 pernah kontak dengan kasus, dan kasus 198 kontak dengan jamaah tabligh. Dengan demikian, sampai saat ini tercatat 118 pasien Covid-19 di DIY berhasil disembuhkan dari total 220 kasus positif.Tingkat kesembuhan itu jauh lebih tinggi dibanding kasus meninggal sebanyak 8 pasien.”Kasus Covid-19 di DIY bila dilihat secara klinis tidak menunjukkan adanya pemberatan. Pasien yang dirawat dalam keadaan ringan sampai sedang, sehingga hal ini mungkin menjadikan proses kesembuhan lebih cepat, ditambah lagi pasien sekarang lebih banyak dari OTG (orang tanpa gejala,” beber Berty.

Dia menambahkan, untuk dapat dinyatakan sembuh, pasien harus melakukan tes laboratorium dengan dua kali hasil negatif secara berturut-turut. Oleh karenanya, kendati kondisi secara klinis sudah sembuh namun masih harus menunggu hasil pemeriksaan laboratorium terlebih dulu untuk diumumkan kesembuhannya.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan