Diusung PDIP, Ini Cabup dan Cawabup Wonosobo

WONOSOBO – Afif Nurhidayat dan Muhammad Albar secara resmi menjadi pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Wonosobo yang diusung oleh PDI Perjuangan dalam Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Wonosobo 2020. Keduanya ternyata merupakan pimpinan DPRD Wonosobo masa jabatan 2019-2024.

Afif Nurhidayat merupakan ketua DPRD Wonosobo sekaligus ketua DPC PDI Perjuangan Wonsobo. Sedangkan pasangannya Muhammad Albar merupakan wakil ketua DPRD Wonosobo dan ketua DPC PKB Wonosobo.

“Saat ini saya masih menjadi ketua DPRD Wonosobo dan M Albar adalah wakil ketua DPRD Wonosobo,” terang Afif Nurhidayat saat dihubungi Suara Merdeka baru-baru ini.

Pasangan calon Bupati Wonosobo ini diperkirakan akan diusung oleh koalisi besar di Wonosobo. Hingga saat ini, Afif mengaku komunikasi antarpartai politik masih terus dilakukan.

“Meskipun keputusan ada di tingkat pusat, tetapi komunikasi di tingkat provinsi atau kabupaten terus dilakukan. Kami membangun koalisi besar, semua partai diajak. Kami masih menunggu proses kebersamaan,” ujarnya.

Afif menyebut penjajakan koalisi di Pilkada Wonosobo ditargetkan selesai akhir bulan ini. Kemudian pihaknya bakal melakukan konsolidasi internal untuk strategi pemenangan.

“Setelah rekomendasi ini, kami segera melakukan konsolidasi internal. Mulai dari DPC, PAC hingga ranting. Termasuk nanti PAW. Jadi nanti akhir bulan baik internal maupun eksternal sudah selesai,” jelasnya.

Pengalaman Afif sebagai wakil rakyat dalam beberapa periode membuat sosoknya cukup paham dengan dinamika permasalahan yang ada di Wonosobo.

Sedangkan pasanganya Muhammad Albar merupakan tokoh yang dikenal sebagai pribadi yang religius. Albar juga merupakan putra dari KH Muchotob Hamzah yang notabene merupakan ketua MUI Wonosobo dan Rektor Universitas Sains Al-Qur’an Wonosobo.

Sementara itu M Albar mengatakan bersyukur mendapat rekomendasi dari PDI Perjuangan. Di sisi lain, pihaknya masih menunggu rekomendasi dari DPP PKB.

“Tentu secara pribadi saya ucapkan terima kasih atas rekomendasi dari PDI Perjuangan dan beberapa partai lain juga. Saya juga masih menunggu karena dari PKB belum turun. Itu merupakan kewenangan DPP PKB saya tidak bisa intervensi,” kata dia.

Perihal adanya koalisi besar, Albar menuturkan hal tersebut merupakan gagasan lama. Namun hal ini masih terus dilakukan komunikasi antarpartai politik. “Semua komunikasi dilakukan. Kalau terkait adanya koalisi besar ini merupakan gagasan lama,” ujarnya.


Adib Annas Maulana

Tinggalkan Balasan