Diterjang Air Luapan, Ruas Jalan Perintis Magelang Mengkhawatirkan

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang langsung bertindak membuat tanggul penahan tanah di ruas Jalan Perintis daerah Kelurahan Kramat Selatan. Hal ini dilakukan pascaditerjang air dari area persawahan di atasnya yang mengakibatkan air meluap deras ke bawah hingga masuk ke Kali Bening.

Tak hanya meluap, air pun merusak area pinggir Jalan Perintis hingga membuat lubang cukup lebar. Kondisi ini dinilai sangat membahayakan bagi kendaraan yang melintas di atasnya, khususnya mobil.

“Sejak kemarin Kamis (16/01/2020) kami langsung melakukan perbaikan di area yang rusak. Kita bersihkan jalan dari material tanah, batu, lumpur, dan pohon bambu yang tumbang menimpa jalan agar sementara jalan bisa dilalui kendaraan ringan, seperti sepeda motor,” ujar Deni, pegawai Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPU-PR) Kota Magelang di lokasi perbaikan, Jumat (17/01/2020).


Dia menuturkan, petugas dari Bidang Bina Marga meneruskan perbaikan di hari berikutnya dengan menebang pohon bambu di pinggir jalan untuk dibuat pondasi tanggul. Rencana tanggul akan dibuat setinggi satu meter lebih dan sepanjang sekitar 10 meter.


“Perkiraan tidak sampai seminggu dah jadi. Sementara jalan kita tutup saat ada pekerjaan dan dibuka lagi saat pekerja pulang, tapi hanya untuk kendaraan ringan,” katanya.


Deni tidak menampik ada tanah yang terkikis cukup lebar dan dalam di samping Jalan Perintis akibat diterjang air tersebut. Ia menyebutkan jalan tak layak dilalui kendaraan berat seperti mobil, apalagi truk dan sebagainya.


“Untuk mobil sebaiknya tidak lewat jalan ini dulu, karena takutnya ambrol dan mobil bisa terguling. Kalau sepeda motor masih bisa, tapi harus hati-hati karena agak licin,” jelasnya.


Rusaknya jalan ini akibat diterjang air luapan dari area persawahan di atasnya saat terjadi hujan deras di hari Rabu (15/01/2020) sore. Air diperkirakan meluap dari saluran irigasi yang ada di area perumahan dan meluap ke area persawahan.


“Sawah saya saat itu kondisinya banjir dipenuhi air dari saluran irigasi yang meluap. Karena itu, air kemudian meluap ke jalan yang posisinya lebih rendah dari sawah sampai mengalir ke aliran Kali Bening,” papar Purnomo, pemilik sawah yang juga warga sekitar lokasi kejadian.


Ia mengaku, kondisi jalan aspal saat ini sangat mengkhawatirkan, karena terdapat tanah yang ambrol. Apalagi, jalan ini posisinya berada di lereng (perengan) yang riskan terjadi longsor.

“Kalau tidak segera diperbaiki tanah yang ambrol di bawah jalan itu bisa jadi nanti longsor. Padahal, ruas jalan ini pernah diperbaiki dan diperlebar sedikit sekitar tiga tahun lalu, tapi sekarang harus diperbaiki lagi,” ungkapnya. 

Asef Amani

1 Komentar

  1. 32622 769787For anyone one of the lucky peoples, referring purchase certain products, and in addition you charm all with the envy of all the the many any other individuals about you that tend to have effort as such make a difference. motor movers 262509

Tinggalkan Balasan