Diterapkan Tanggal Genap dan Ganjil, Operasional KLB Dipangkas

YOGYAKARTA, SM Network – Perseroan Terbatas (PT) Kereta Api Indonesia (Persero) memangkas operasional Kereta Luar Biasa (KLB) dari semula beroperasi setiap hari menjadi dua hari sekali mulai 15 Mei. Kereta Luar Biasa sendiri mulai dioperasikan satu-satunya operator kereta api di Tanah Air itu sejak awal pekan ini sebagai tindak lanjut dibukannya kembali layanan transportasi umum di tengah masih berlangsungnya pandemi Covid-19 di Indonesia.

“Penyesuaian jadwal ini menyesuaikan dengan perkembangan dan evaluasi di lapangan setelah 2 hari pengoperasian,” ujar VP Public Relations KAI Joni Martinus dalam rilisnya yang diterima SM Network, Jumat (15/5).

Joni menjelaskan, selama dua hari pengoperasian KLB, KAI telah melayani 148 penumpang dengan rincian 62 orang di hari pertama dan 86 penumpang di hari kedua. Namun, okupansi pada dua hari pengoperasian hanya kurang dari 10 persen dari total kapasitas kereta. Mulai 15 Mei, ungkapnya KAI mengurangi frekuensi perjalanan KLB dimana KLB dari arah Surabaya hanya akan beroperasi setiap tanggal genap, dan KLB dari arah Jakarta dan Bandung akan beroperasi setiap tanggal ganjil.

“Adapun detail jadwal operasi KLB terbaru yakni KLB KP/10477 Surabaya Pasarturi – Gambir (lintas utara), KLB KP/10507 Surabaya Pasarturi – Gambir (lintas selatan), dan KLB KP/10497 Surabaya Pasarturi – Bandung hanya beroperasi pada 16, 18, 20, 22, 24, 26, 28, dan 30 Mei. Kemudian KLB KP/10476 Gambir – Surabaya Pasarturi (lintas utara), KLB KP/10502 Gambir – Surabaya Pasarturi (lintas selatan), dan KLB KP/10494 Bandung – Surabaya Pasarturi hanya beroperasi pada tanggal 15, 17, 19, 21, 23, 25, 27, 29, dan 31 Mei,” papar Joni.

Selain mengurangi frekuensi perjalanan, tutur dia, KAI juga mengurangi jumlah kereta penumpang. Mulai keberangkatan 14 Mei lalu, seluruh KLB hanya membawa masing-masing satu kereta eksekutif dan satu kereta ekonomi dalam satu rangkaian. Sehingga kapasitas totalnya hanya 66 tempat duduk atau 50 persen dari total tempat duduk tersedia dalan setiap perjalanan.

“Meski ada pengurangan, KAI tetap berkomitmen untuk tetap melayani dan mengantarkan masyarakat yang memang benar-benar membutuhkan ke tempat tujuan dengan penerapan protokol pencegahan Covid-19 yang ketat,” ujar Joni.

Sementara itu, hingga kemarin (14/5) lebih dari 80 calon penumpang yang ditolak oleh Posko Satgas untuk dapat membeli tiket KLB. Hal ini dikarenakan calon penumpang tersebut tidak menyertakan persyaratan sesuai SE Gugus Tugas Covid-19. Petugas Posko Satgas tersebut berasal dari internal KAI, Kemenhub, TNI, Polisi, BPBD, Satpol PP, Damkar, dan Dinas Kesehatan masing-masing daerah. “Per Rabu (13/5) saja sudah 80 calon penumpang yang kami tolak keberangkatannya,” tegas dia.

Lebih lanjut, Joni mengimbau untuk calon penumpang yang belum bertiket dan ingin berangkat di hari yang sama, agar datang lebih awal dari jadwal keberangkatan. Sebab para calon penumpang tersebut harus melewati proses verifikasi berkas. Di samping itu, Joni berharap penumpang agar mematuhi ketentuan dan prosedur di masing-masing posko. “Penumpang KLB juga diharuskan naik dan turun sesuai stasiun yang tertera pada tiket. Hal ini ditujukan untuk penanganan pencegahan Covid-19 yang lebih maksimal sesuai yang KAI siapkan,” tandasnya.


Gading Persada

2 Komentar

  1. 110449 597062Numerous thanks I ought say, impressed together with your web site. I will post this to my facebook wall. 45603

  2. 77967 941795There is noticeably a bundle to recognize about this. I assume you produced specific nice points in functions also. 231325

Tinggalkan Balasan