Distapang Respons Peluang Budidaya Porang

KEBUMEN, SM Network – Sosialisasi gencar yang dilakukan petani porang Kebumen mendapat sambutan positif dari pihak terkait. Bahkan Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (Distapang) Kebumen telah mendata potensi tanaman sejenis umbi-umbian tersebut.

Baru-baru ini, Kabid Tanaman Pangan pada Distapang Kebumen, Ifah Isnatul Banat berkunjung ke sentra budidaya porang milik Akif Fatwal Amin di Desa Surotrunan, Kecamatan Alian. “Alhamdulillah ada respons cepat dari Distapang, sehingga menjadi penyemangat bagi petani porang untuk lebih giat lagi,” kata Akif.

Saat ini sudah terdapat ratusan pembudidaya porang yang tersebar di seluruh wilayah Kebumen. Akif yang menjadi pegiat porang sejak 2018 itu pun tidak hanya sebagai pembudaya saja. Namun mulai merambah ke pembibitan dan menerima hasil panen dari para petani.

Menurutnya, porang bisa menjadi komoditas andalan dan dapat bertahan lama, lantaran produk turunannya cukup banyak. Ia menyebut salah satunya untuk bahan makanan. Selain itu sebagai bahan kosmetik dan farmasi. “Juga bisa dijadikan bahan baku kertas yang kualitasnya lebih bagus,” ucap Akif yang Ketua Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Kebumen itu.

Dalam kesempatan mengunjungi tempat pembudidayaan porang milik Akif, Kabid Tanaman Pangan pada Distapang Kebumen, Ifah Isnatul Banat menyinggung penanganan paska panen. Menurut Ifah, perlu adanya terobosan agar para petani tidak menjual porang dalam bentuk masih basah.

“Ini agar bisa meminimalisasi risiko para petani dan membuka peluang usaha bagi yang lain,” jelas Banat. Untuk diketahui, perbedaan harga antara porang basah dengan kering terpaut sangat tinggi. Harga Porang basah sekitar Rp 10.000 perkilogramnya. Adapun porang kering mencapai Rp 75.000 perkilogramnya.

Di samping itu, saat menjual porang basah akan menghadapi kerusakan dan penyusutan. Sementara ini, pemasaran porang baru tertuju pada pasar ekspor. Sedangkan untuk lokal belum terjamah sama sekali. Ke depan diharapkan ada produk-produk yang berbahan baku porang menyasar pasar-pasar lokal. Tidak terkecuali supermarket.

Tinggalkan Balasan