Disparpora Kabupaten Magelang Usulkan Program Padat Karya Tunai

MUNGKID, SM Network – Guna mengatasi dampak wabah virus corona (Covid-19), Dinas Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga (Disparpora) Kabupaten Magelang akan mengusulkan program padat karya tunai bagi Daya Tarik Wisata (DTW) Mandiri.

Kepala Disparpora Kabupaten Magelang, Iwan Sutiarso memaparkan bahwa pihak dinas akan mengusulkan hal tersebut. Dimana destinasi di Kabupaten Magelang saat ini tidak beroperasi. “Jadi kita mengusulkan program padat karya tunai bagi para pekerja di situ dengan jumlah terbatas bisa melakukan pekerjaan disitu. Jadi pekerjaan mereka dilakukan ditempat mereka sendiri, yakni Destinas Wisata mereka,” jelasnya setelah jumpa pers tim gugus covid kemarin.

Hal tersebut dilakukannya, lanjutnya, supaya semuanya tetap terpelihara. “Dan nanti saat situasi sudah membaik atau reda, destinasi tersebut bisa beroperasi dengan daya tarik wisatanya tidak rusak. Bisa dikatakan siap menerima wisatawan,” imbuhnya.

Terkait jumlahnya, Iwan menjelaskan bahwa hal tersebut berkaitan dengan daya tarik wisatanya. “Karena jika orangnya, wisata ini luas sekali seperti petani. Takutnya tumpang tindih sehingga dimasukan ke jaring pengaman sosial yang bersifat umum,” jelasnya.

Sementara jumlah DTW yang tidak beroperasi ada 210 di Kabupaten Magelang. “Dan akan kita usulkan upaya dengan padat karya tunai tadi. Sehingga nanti pegawainya bisa bekerja di DTW tersebut. Jadi mereka tidak cuma-cuma tetapi memang melakukan pekerjaan perawatan DTW,” paparnya.

Untuk 210 DTW tersebut milik atau dikelola masyarakat bukan yang dikelola Pemerintah. Sebab DTW yang dikelola pemerintah saat ini masih bekerja dengan pengaturan. “Contohnya Ketep Pass itu dikelola pemerintah, dan pegawainya saat ini masih masuk dengan pengaturan dan tetap kerja bersih-bersih.

Sedangan DTW mandiri misal berbasis lingkunga, harusnya ya tetap dirawat seperti memotong rumput dan lainya. Oleh sebab itu kita harus membantu yang mandiri ini karena selama wabah ini mereka tidak ada pemasukan, sehingga mereka bekerja di DTW-nya namun yang membayar kita,” terangnya.

Iwan mengungkapkan belum bicara soal teknis sebab masih berupa usulan. “Jadi nanti kalau sudah disetujui dan diterima DPA nya akan disampaikan dengan senang hati. Dan ingat kita membantu DTW-nya bukan orangya. Lebih ke mempertahankan DTWnya sehingga besok saat sudah membaik dan bisa beroperasi dengan baik,” ungkapnya.


Dian Nurlita

Tinggalkan Balasan