Disomasi, Pembuat Isu Corona di Radio Kopi Minta Maaf


GOMBONG, SM Network – Pembuat dan penyebar isu virus Corona (Covid-19) di Radio Kopi Coffee n Eatery Gombong akhirnya minta maaf. Permintaan maaf tersebut disampaikan langsung kepada pemilik dan managemen cafe yang berada di Jalan Yos Sudarso 171 Gombong tersebut, Rabu (1/4).

Selain owner, pertemuan itu dihadiri oleh Kuasa Hukum Radio Kopi Wempy Setyabudi Manager Radio Kopi Nanda Prihantino Oktavian. Hadir pula Pengurus Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) Kebumen Herwin Kunadi, tokoh masyarakat Gombong Mundir Hasan dan tokoh lingkungan sekitar.

Kuasa Hukum Radio Kopi Wempy Setyabudi mengatakan bahwa pembuat informasi tersebut telah menyampaikan permohonan maaf baik secara lisan maupun tertulis yang ditandatangani di atas materai 6.000. Setelah adanya permintaan maaf dari pembuat informasi yang merugikan Radio Kopi, persoalan tersebut diselesaikan secara kekeluargaan.

“Kedepannya, semua pihak akan bersinergi untuk mengambalikan nama baik Radio Kopi dan membuat nama Radio Kopi semakin jaya di kemudian hari,” ujar Wempy Setyabudi ditemuai usai pertemuan.

Memaafkan Kesalahan Menurut Wempy, dari pengakuan si pembuat isu, motif membuat informasi tersebut tidak untuk menjatuhkan nama Radio Kopi. Sebagai aktivis sosial di Gombong yang bersangkutan sekadar mengingatkan  kepada masyarakat agar lebih waspada terhadap meluasnya penyebaran Covid-19.

“Karena yang bersangkutan dengan kesatria mengakui kesalahannya, pihak managemen Radio Kopi pun secara kesatria memaafkan kesalahan tersebut,” tandas advokat yang hobi olahraga panahan tersebut.

Pengurus PHRI Kebumen Herwin Kunadi mengapresiasi kepada pihak Radio Kopi yang menyelesaikan persoalan itu secara kekeluargaan. Pembuat informasi yang merugikan telah dengan kesatria mengakui kesalahannya, sedangkan Radio Kopi dengan legawa memberikan maaf.

“Setelah pertemuan ini, kami berharap situasi di Kebumen utamanya Gombong semakin kondusif. Sehingga iklim usaha rumah makan, restoran, dan perhotelan akan bangkit dari keterpurukan akibat pandemi virus Corona,” ujar pengelola Benteng Van der Wijck Gombong tersebut.


Supriyanto/Kim

Tinggalkan Balasan