foto : Dtk

MAGELANG, SM Network – Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Magelang memastikan tidak ada pekerja legal asal Kota Magelang yang bekerja di China menjadi tenaga kerja asing (TKA). Masyarakat pun diminta tidak perlu khawatir terkait penyakit yang disebabkan oleh virus corona, yang belakangan ini merebak.

“Sejauh ini belum ada pemohon TKA ke China. Awal tahun ini kami baru membuatkan tiga rekomendasi TKA, meliputi negara Singapura dan Malaysia. Ke Malaysia tiga orang dan Singapura satu orang,” ujar Kepala Disnaker Kota Magelang, Gunadi Wirawan di kantornya, Jumat (31/1).

Dia menuturkan, tidak menutup kemungkinan ada warga yang tertarik untuk bekerja sebagai TKA di Negeri Tirai Bambu itu dalam waktu dekat. Namun, dengan adanya kasus virus corona, pihaknya akan menaruh perhatian serius bagi para calon TKI asal Kota Magelang yang hendak bekerja ke China.

“Kami tidak langsung melarang. Tapi kami akan gunakan pendekatan-pendekatan khusus, salah satunya dengan memberi pemahaman, risiko, tentang isu corona ini,” katanya.

Pada prinsipnya, kata Gunadi, pihaknya tetap akan mengeluarkan rekomendasi calon TKA, selain ke China. Rekomendasi tersebut selanjutnya akan dikoordinasikan dengan Kementerian Tenaga Kerja.

“Koordinasi menjadi tugas utama sebelum kami menerbitkan rekomendasi sebagai dokumen pendukung pekerja migran Indonesia (PMI). Jadi, yang menentukan seseorang boleh menjadi PMI itu Kementerian Tenaga Kerja, kami hanya memberi rekomendasi saja,” jelasnya.

Sebelumnya, Wali Kota Magelang, Sigit Widyonindito meminta warganya untuk tetap tenang dan tidak terlalu menanggapi berlebihan terkait sebaran virus corona yang mewabah di Wuhan, China itu. Meski begitu, Sigit berharap masyarakat selalu waspada.

“Waspada itu harus, tapi mengantisipasinya ya tidak perlu berlebihan. Saya harap masyarakat tetap santai dan tenang,” tandasnya.

Dia menjamin wabah penyakit yang ditularkan lewat udara itu belum masuk ke Magelang. Meski begitu, pihaknya meminta rumah sakit, Dinas Kesehatan (Dinkes), dan lainnya untuk aktif memeriksa pasien.

“Gejalanya kan bisa diketahui, meskipun untuk pembuktiannya harus melalui laboratorium. Kita sudah punya laboratorium itu, sehingga pemerintah bisa melakukan pengecekan,” imbuhnya.

Senada, Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Magelang, Joko Budiyono juga mengimbau masyarakat tidak berpergian dulu ke China. Ini menjadi bagian antisipasi virus corona yang diduga berasal dari Wuhan, China.

“Terlebih sudah ada informasi kalau negara-negara tetangga China di Asia Tenggara ada yang terdampak virus itu. Saya harap masyarakat tidak terlalu panik dan khawatir, tapi baiknya memang jangan berpergian dulu ke China,” ungkapnya.


Asef Amani

2 KOMENTAR