SM/dok - JALUR KHUSUS: Kepala Dishub Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi memimpin rapat dengan berbagai pihak terkait usulan tambahan jalur khusus sepeda yang diajukan ke Kemenhub.

MAGELANG, SM Network – Pemkot Magelang melalui Dinas Perhubungan (Dishub) mengajukan tambahan marka jalur khusus sepeda ke Kementerian Perhuubungan. Sebelumnya, akhir tahun 2020 sudah dibuat marka khusus jalur sepeda di 9 ruas jalan protokol yang dilengkapi rambu, traffic cone, dan water barrier.

Kepala Dishub Kota Magelang, Candra Wijatmiko Adi mengatakan, pihaknya sudah mengirimkan proposal tambahan jalur khusus sepeda tersebut. Tambahan jalur ada di ruas Jalan Jenderal Sudirman, Jalan Suprapto, dan Jalan Ikhlas.

“Di Jalan Jenderal Sudirman ini kita sambungkan dengan jalur yang sudah ada sebelumnya sampai ke selatan hingga persimpangan Trio. Jadi, jalurnya hanya satu sisi di sebelah kiri dari arah utara,” ujarnya, Rabu (17/2).

Dia menuturkan, untuk jalur khusus di Jalan Ikhlas awalnya di sepanjang jalan tersebut dari area Tugu Paku Tidar sampai Tugu Adipura kawasan shopping. Namun, karena ada usulan dari masyarakat agar dibuat juga jalur di Jalan Suprapto, maka sekaligus diajukan pula jalur tersebut.

“Pada saat rapat di kantor, ada usulan dari komunitas pesepeda agar ada juga jalur di Jalan Suprapto dari kawasan Pasar Sidomukti sampai pusat perbelanjaan Giant. Namun, masih dipertimbangkan apakah lewatnya Pasar Sidomukti atau lewat kantor Pegadaian,” katanya.

Dijelaskannya, sebelum mengirimkan proposal pengajuan tambahan jalur ini, pihaknya mengundang sejumlah pihak untuk merapatkan hal tersebut. Di antaranya yang hadir dalam rapat Satpol PP, Bappeda, DPU, DLH, dan tiga komunitas pesepeda. “Kita ingin masukan dari pihak-pihak terkait soal penambahan jalur khusus sepeda ini. Masukan ini penting untuk kita mengajukan proposal ke Kemenhub. Proposal sudah kami kirimkan dengan nilai proyek sekitar Rp 800 juta, semoga dapat diterima dan bisa terealisasi di tahun 2021 ini,” jelasnya.

Tidak hanya marka jalur, kata Candra, pihaknya juga menyertakan dalam proposal itu parkir portabel untuk ditempatkan di sejumlah titik. Di antaranya alun-alun sebanyak 4 unit, Taman Trunan 2 unit, Taman Badaan 2 unit, dan Taman Ahmad Yani 2 unit.

“Untuk rambu petunjuk belum kita masukkan ke dalam proposal. Tahun 2020 lalu, rambu petunjuk kita belanjakan dengan APBD sebanyak 18 buah,” tuturnya.

Terpisah, Koordinator Komunitas Kosti (Komunitas Sepeda Tua Indonesia), Bagus Priyana mengaku, pihaknya mendukung adanya jalur khusus sepeda ini. Hal ini dinilai dapat membuat nyaman pegowes saat melintas di jalan raya.

“Kami sangat mendukung adanya jalur sepeda. Termasuk mendukung jalur khusus sepeda di ruas Jalan Yos Sudarso apabila dipindah di sebelah kiri dari kondisi saat ini di sebelah kanan. Kami akan terus perjuangkan agar jalur di ruas jalan itu dipindahkan posisinya,” jelasnya.