Diserang Kampanye Hitam, Calon Lurah Purwomartani Siap Lapor Polisi

SLEMAN, SM Network – Pemilihan lurah (Pilur) di Kalurahan Purwomartani, Kapanewon Kalasan, Sleman diwarnai dengan isu kampanye hitam. Belakangan santer beredar selebaran di media sosial yang dipandang mendiskreditkan calon lurah, Semiono.

Di dalam selebaran itu disebutkan bahwa salah satu calon lurah terlibat atas kecurangan pembagian warisan yang dialami warganya di Dusun Bayen. Kasus ini sudah masuk di PN Sleman dengan nomer perkara 254/Pdt.G/2020/Pnsmn. Menanggapi isu itu, kuasan hukum Semiono, Adnan Pambudi mengatakan, pihaknya sudah melakukan penelusuran atas informasi tersebut. Setelah dicek, perkara yang dimaksud adalah gugatan waris antara anak kandung melawan ibu kandung serta saudaranya.

“Tidak ada hubungan keterlibatan kecurangan yang dimaksudkan dalam selebaran, dengan salah satu calon lurah Purwomartani,” katanya kepada awak media, Selasa (15/12).

Dia mengungkapkan, ketika permasalahan warisan itu muncul, Semiono justru memfasilitasi mediasi sesuai permintaan ahli waris. Setelah ada kesepakatan yang ditandatangani oleh seluruh ahli waris, Semiono selaku pihak yang menjabat lurah waktu itu beserta dukuh setempat menyatakan ikut mengetahui. Di kemudian hari ternyata muncul gugatan yang menyeret nama Semiono sebagai pihak turut tergugat. Namun dalam perkembangannya, putusan sela hakim menyebutkan bahwa kasus itu bukan ranah pengadilan negeri melainkan pengadilan agama.

Selain soal warisan, selebaran itu juga menuliskan tentang adanya kasus penyerobotan tanah milik warga Turusan Temanggal 2 oleh salah satu calon lurah Purwomartani. Lagi-lagi, hal ini dibantah oleh tim kuasa hukum Semiono.
“Setelah kami cermati sesuai lokasi foto, tanah itu tidak ada permasalahan sama sekali dan tidak ada sangkut pautnya dengan Semiono. Terlebih, klien kami sudah pensiun dari jabatan lurah sejak November 2019,” bebernya.

Atas berbagai tudingan kampanye hitam itu, Semiono mengaku akan mempertimbangkan langkah hukum. Sebelumnya, pihaknya juga telah melayangkan somasi kepada pihak calon lurah lain yang namanya tertera sebagai pembuat selebaran.
“Jika tidak ada itikad baik dari yang bersangkutan, kami akan segera melapor ke Polda atas dugaan pencemaran nama baik,” tandasnya.

Pada Pilur 2020, ada tiga nama yang bersaing di Purwomartani yakni Semiono, Suhartono, dan Bambang Iswantara. Pemungutan suara akan dilaksanakan pada 20 Desember.

Tinggalkan Balasan