Dirut LPPL Irama FM Dicopot

PURWOREJO, SM Network – Direktur Lembaga Penyiaran Publik Lokal (LPPL) Irama FM periode 2017-2022, Margono, dicopot dari jabatanya, oleh Dewan Pengawas (Dewas). Pemberhentian itu tertuang dalam surat keputusan tertanggal 24 Maret 2020, yang ditandatangani oleh Ketua Dewas, Pram Prasetya Achmad.

Dalam surat itu disebutkan, pemberhentian Dirut LPPL Irama FM berlaku sejak ditandatanganinya surat tersebut. Pejabat yang bersangkutan juga diminta memberikan pertanggungjawaban selama Ia menjabat, dan mengembalikan seluruh barang inventaris yang sebelumnya dikuasakan.

Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Dinkominfo) Kabupaten Purworejo, Stephanus Aan Isa Nugroho, saat dikonfirmasi mengenai kabar tersebut, Kamis (26/3), membenarkan adanya pemakzulan Dirut LPPL Irama FM, yang dilakukan oleh Dewan Pengawas, belum lama ini.

“Benar, surat pemberhentian diserahkan di Kantor Dinas Kominfo, Selasa (24/3) kemarin. Pak Margono, selaku direksi datang, dan beberapa dewan pengawas. Pemberhentian itu masih menunggu sikap direksi, apakah menerima, atau mengambil langkah hukum (PTUN),” ujarnya.

Terkait dengan sebab diberhentikanya Margono sebagai direksi LPPL Irama FM, Stephanus Aan mengaku tidak mengetahuinya detail permasalahanya. Menurut sepengetahuanya, kewenangan itu sepenuhnya ada di tangan dewan pengawas, yang dapat mengangkat dan memberhentikan direksi.

Mantan Dirut LPPL Irama FM, Margono, mengaku menerima keputusan dewan pengawas. Ia tidak akan mengambil tindakan hukum atau perlawanan terhadap keputusan pemberhentian dirinya sebagai direktur. Ia menilai, pemecatan dirinya oleh dewan pengawas juga sarat kepentingan politis.

“Skenario dewan pengawas untuk memakzulkan direksi LPPL Irama FM berhasil. Saya tidak masalah dengan keputusan (pemberhentian) ini, karena sangat berbau politis,” kata mantan direktur yang pernah membawa Irama FM juara satu nasional bidang kelembagaan tersebut.

Margono menyebut ada keterlibatan satu orang yang dekat dengan pucuk pimpinan daerah. Orang tersebut Ia duga sebagai oknum atau otak dari pemecatan direksi yang dilakukan dewas. Margono juga mengaku sempat dipertemukan dengan orang tersebut, untuk membahas Irama FM.

“Padahal dia bukan siapa-siapa, tetapi orang dekat penguasa. Yasudah kalau begitu, saya menilai ini sangat berbau politis, dan manajemen Irama FM sudah tidak sehat kalau begini. Saya sudah berusaha profesional, tetapi ada orang yang akan menyalahgunakan Irama FM, ya sudah,” tegasnya.

Dijelaskan lebih lanjut oleh Margono, permasalahan direksi dan dewan pengawas LPPL Irama FM ini pernah mendapat sorotan dari Komisi 1 DPRD Kabupaten Purworejo. Seluruh anggota komisi 1 sepakat mengusulkan kepada dewan pengawas untuk tidak melakukan pemberhentian. Sementara itu, Ketua Dewan Pengawas LPPL Irama FM, Pram Prasetya Achmad, hingga Kamis (26/3) belum dapat dikonfirmasi mengenai masalah ini.


Heru Prayogo

Tinggalkan Balasan