Dirlantas Polda: Mudik Lebaran Tetap Dilarang

MAGELANG, SM Network – Dirlantas Polda Jawa Tengah, Kombes Pol Subandriya menegaskan, perantau asal Jawa Tengah tetap dilarang untuk mudik pada masa pandemi Covid-19 ini. Hal ini agar tidak terjadi penularan virus tersebut di wilayah Jawa Tengah.

Hal itu disampaikannya usai menyerahkan bantuan paket sembako kepada warga di RT 3 RW 2 Kelurahan Potrobangsan, Jumat (15/5). Turut mendampingi Kapolres Magelang Kota AKBP Nugroho Ari Setyawan, Wakil Wali Kota Magelang Windarti Agustina, Kasdim, dan Danyon Armed 11/Kostrad. “Sesuai dengan peraturan menteri dan surat edaran, kita harus tegakan dan laksanakan. Dalam pelaksanaan, kita tidak gebyah uyah, tapi kita pilah mana yang mudik dan mana yang pekerja. Kalau yang mudik atau terindikasi mudik, kita tegas membalikkan mereka,” ujarnya.

Ia mengaku, pihaknya sudah berkoordinasi dengan Polda Jawa Barat dan sepakat untuk tidak mengirim orang ke Jawa Tengah atau sebaliknya. Pihaknya juga sudah melakukan penyekatan atau filter di kawasan Tol Pejagan selama 24 jam. “Kita sikapi di perbatasan. Sejauh ini filter berjalan efektif dan kita ada jurnal tiap hari, di situ ada jumlah pemudik yang kita balikkan. Data terakhir, pemudik yang kita balikkan sebanyak 1.384,” katanya.

Subandriya juga menegaskan, kebanyakan orang tidak paham mana yang mudik dan mana yang pekerja. Maka, ada istilah kebobolan, sehingga banyak pemudik yang berhasil masuk ke Jawa Tengah.“Saya pastikan filterisasi kita berjalan baik. Kadang orang ga paham mana mudik dan mana yang kerja. Sehingga, dikatakan jebol, sebutkan di mana jebolnya,” tandasnya.

Terkait bantuan paket sembako, dia mengutarakan, bantuan ini sebagai wujud berbagi kasih kepada warga yang terdampak Covid-19. Adanya pandemi ini dinilainya menjadi keprihatinan bersama, sehingga masyarakat pun diajak untuk turut dalam memberantasnya. “Sampai sekarang belum ada obatnya, maka ayo kita sikapi bersama. Bukan hanya tugas Polri, TNI, dan pemerintah saja, tapi kita semua. Selalu kita katakan, patuhi anjuran protokol kesehatan dengan pakai masker, cuci tangan pakai sabun, dan jaga jarak,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua RT 3/RW 2 Potrobangsan, Edi Sudaryono mengaku, sangat bersyukur warganya bisa menerima bantuan ini, meski tidak semua mendapat. Bantuan ini diharap dapat membantu mereka yang benar-benar membutuhkan. “Di RT 3 ini total ada 55 KK dan cukup banyak yang membutuhkan bantuan. Mayoritas pekerjaan buruh, serabutan, tukang parkir, pemotong rumput, dan lainnya, sehingga sangat berdampak,” ungkapnya.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan