SM/Supriyanto - TANAM KELENGKENG: Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH menanam bibit kelengkeng di Desa Jarukagung, Kecamatan Klirong, Kebumen, Selasa (16/3).

KEBUMEN, SM Network – Pemerintah Desa Jerukagung Kecamatan Klirong, Kebumen mengembangkan tanaman kelengkeng. Melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) Agung Makmur, Pemdes setempat meresmikan kebun kelengkeng. Peresmian kebun kelengkeng dilakukan oleh Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH ditandai dengan penandatangan prasasti, pemukulan kentongan dan penanaman bibit kelengkeng.

Selain Bupati penanaman bibit kelengkeng juga dilakukan oleh Sekda Kebumen H Ahmad Ujang Sugiono SH, kepala OPD, Forkopimcam Klirong dan Pemimpin Cabang Bank Jateng Kebumen HS Yudiantoro.

Kepala Desa Jeruk Agung Aji Danu Harjanto menjelaskan bahwa pihaknya menanam 450 bibit kelengkeng jenis kateki yang bibitnya didatangkan dari Kabupaten Magelang. Tanaman tersebut ditanam di lahan milik warga dengan perjanjian bagi hasil selama 20 tahun.

Dalam pembudayakaan kelengkeng ini, pihaknya mendapatkan pendampingan langsung dari petani Borobudur Magelang yang sudah berpengalaman. Pendampingan dilakukan sampai berhasil. Dari masa tanam, untuk bibit yang sudah besar dalam jangka satu tahun sudah bisa dibuahkan. Sedangkan yang ukuran kecil umur dua tahun sudah bisa dibuahkan.

“Jenis ini jika tidak dibuahkan tidak akan berbuah. Jadi kami bisa mengatur pembuahan apakah perbulan, perminggu atau perhari setiap pohon sehingga menjadi aset kami untuk meningkatkan perekonomian masyarakat,” ujar Aji Danu Harjanto.

Kemandirian Desa

Penanaman pohon itu, imbuh dia juga dalam rangka memanfaatkan lahan untuk ditanami pohon. Hal itu sebagai bentuk dukungan program unggulan 100 hari kerja bupati dan wakil bupati Kebumen.

“Kami memilih buah kelengkeng karena buah ini disukai oleh segala umur karena rasa buahnya yang manis,” tandasnya.
Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengapresiasi kreatifitas Pemerintah Desa Jerukagung untuk meningkatkan perekonomian masyarakat desa. Hal ini sesuai dengan misi Bupati dan Wakil Bupati Kebumen yakni perekonomian berbasis ekonomi kreatif masyarakat.

“Melalui BUMDes kemandirian desa akan terus ditingkatkan dengan baik,” ujarnya.

Arif Sugiyanto mengingatkan kepada pemerintah desa untuk legalitas BUMDes. BUMDes didorong untuk menjalankan bisnis yang terlihat seperti pupuk, sembako. Tetapi jika di desa setempat sudah banyak yang menjual, maka BUMDes harus hadir sebagai suplier untuk toko-toko yang ada sehingga tidak tabrakan dengan yang lain.

Dengan membangun ekonomi kerakyatan, kami berharap Kabupaten Kebumen lepas dari kabupaten terkaya nomor 35 di Jawa Tengah.

“Atau paling tidak masuk 20 besar kabupaten terkaya di Jateng,” imbuhnya.