Direktur WHO Sebut Virus Corona Unik, Bisa Dikendalikan

SM Network – World Health Organization (WHO) mendesak negara-negara yang terdeteksi Covid-19 untuk melakukan pengendalian virus agar tidak cepat menyebar. Meski mayoritas dari total 89.000 kasus Covid-19 ditemukan di China, WHO menyebutkan bahwa per Senin (2/3/2020) jumlah kasus Covid-19 di Negeri Tirai Bambu tersebut menurun.

Meski, jumlah kasus Covid-19 di beberapa negara lain meningkat. Di luar China, Korea Selatan adalah salah satu negara yang paling terdampak infeksi. WHO melaporkan setengah dari total 8.700 kasus yang ditemukan di luar China berasal dari Korea Selatan. WHO juga menetapkan Italia, Iran, dan Jepang sebagai negara-negara yang berpotensi terdampak Covid-19 secara masif.

Direktur WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus menyebutkan bahwa SARS-CoV-2 adalah virus dengan karakteristik yang unik. Ia mengatakan bahwa virus ini bukanlah influenza, karena merupakan patogen pernapasan yang ditransmisikan antar manusia. Pada waktu yang bersamaan, ia mengatakan virus SARS-CoV-2 bisa ditahan dengan pengukuran yang tepat.

“Jika ini merupakan epidemi influenza, mungkin kita akan melihat transmisi antar manusia yang sangat luas dan mendunia saat ini. Dan kita tidak punya kemampuan untuk mengendalikan (penyebaran virus) tersebut. Tapi pengendalian Covid-19 bisa terlihat, dan ini menjadi prioritas utama untuk semua negara,” paparnya seperti dikutip dari VOA, Selasa (3/3/2020).

Direktur Eksekutif WHO Health Emergency Program, Michael Ryan, mengatakan pengendalian virus tidak akan menghilangkan virus tersebut. Namun, pengendalian akan berguna untuk pemerintah mempersiapkan strategi di wilayah-wilayah perbatasan.

“Jika kita beruntung dan melakukan pekerjaan (mengendalikan virus) dengan baik, kita punya kesempatan untuk menghentikan transmisi atau penularan,” tutur Ryan.

Minimal, pengendalian ini akan menurunkan jumlah penyebaran virus secara signifikan. “Juga memberikan waktu bagi fasilitas kesehatan untuk bersiap, penyediaan PPE (Personal Protective Equipment), persiapan laboratorium, dan training untuk ahli kesehatan,” tambah Ryan.

WHO mengatakan aksi pertama yang harus dilakukan negara-negara terdampak Covid-19 adalah mengidentifikasi pasien yang terkena virus. Kemudian, menemukan kasus infeksi serta merunut orang-orang yang berkontak atau berada di sekitar pasien tersebut. Dilanjutkan dengan masa inkubasi dan pelayanan kesehatan di rumah sakit.


SM Network

Tinggalkan Balasan