Dinkes Sleman Wajibkan OTG Covid Isolasi di Faskes

SLEMAN, SM Network – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Sleman mengharuskan pasien terkonfirmasi positif Covid-19 asimptomatik atau tanpa gejala, untuk menjalani isolasi di fasilitas kesehatan (faskes) yang disediakan oleh Pemkab.

Faskes ini terdiri dari 11 rumah sakit rujukan, 13 rumah sakit intermediate, dan fasilitas darurat Asrama Haji Yogyakarta.

“Secara prinsip, ketentuan kasus konfirmasi asimptomatik di Sleman masih harus menjalani isolasi di faskes. Kecuali untuk kasus yang sudah melewati 10 hari isolasi di faskes, bisa dilanjut isolasi mandiri di rumah,” terang Kepala Dinkes Sleman Joko Hastaryo saat dikonfirmasi, Minggu (20/9).

Adapun sebelas rumah sakit yang ditetapkan oleh Gubernur DIY sebagai rujukan yakni RSUD Sleman, RSUD Prambanan, RSA UGM, Sakina Idaman, PKU Gamping, Bhayangkara, Panti Rini, JIH, PDHI, dan Ghrasia, serta RSUP Sardjito milik Kementerian Kesehatan.

Rumah sakit rujukan ini diperuntukkan pasien dengan gejala berat dan kritikal.Sementara, 13 rumah sakit intermediate meliputi Mitra Paramedika, Ghramedika 10, RS Condongcatur, Panti Nugroho, Puri Husada, RSK Sadewa, RSKB Sinduadi, Queen Latifa, Mitra Sehat, Panti Baktiningsih, RS UAD, Arvita Bunda, dan At Taurots.

Rumah sakit intermediate ini merawat pasien bergejala ringan dan sedang.Sampai saat ini, orang tanpa gejala (OTG) masih mendominasi kasus Covid-19 di Sleman. Dari  263 kasus aktif yang tercatat hingga Sabtu (19/9) sore,  229 pasien atau 87 persen diantaranya masuk kategori asimptomatik. 

Di lain sisi, meski tren kasus Covid-19 belakangan cenderung meningkat, Pemkab belum berencana menambah faskes darurat.

“Kita optimalkan dulu faskes Asrama Haji untuk kasus asimptomatik. Sudah disiapkan rusunawa Gemawang tapi aktivitasinya menunggu perkembangan bila memang diperlukan,” imbuh Joko. 

Data terakhir, jumlah penghuni fakses darurat Asrama Haji mencapai 92 orang. Semuanya berstatus asimptomatik positif.

“Rencana hari ini 16 pasien akan pulang, sedangkan yang masuk bertambah 4 orang,” kata Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Sleman Shavitri Nurmala Dewi.Untuk sementara, Asrama Haji masih mampu menampung pasien Covid-19 tanpa gejala lantaran kapasitasnya ada 138 kamar.

Tinggalkan Balasan