Dinas Kesehatan Pantau Mahasiswi Kalikajar 14 Hari, Antisipasi Covid-19

WONOSOBO, SM Network – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonosobo, memastikan mengawasi mahasiswa asal Wonosobo yang pulang dari china beberapa waktu lalu. Meski telah di observasi di Natuna Kepulauan Riau selama dua pekan dan telah dinyatakan sehat, pengawasan tersebut tetap dilakukan guna mengantisipasi penyebaran virus corona yang berasal dari China.

Diberitakan sebelumnya, salah satu mahasiswa asal Desa Ngadisari Kalikajar, Ade Sholehatun Mustafiqoh (20), telah kembali ke Wonosobo pada Minggu (16/2/2020) setelah menjalani observasi di Natuna. Bersama kedua temanya yang berasal dari Kebumen dan Purbalingga, mereka diantarkan kerumah masing-masing oleh pemerintah Provinsi Jawa Tengah dalam kondisi sehat.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Wonosobo, Junaedi mengatakan, meski telah dinyatakan sehat selama observasi di natuna, Dinkes melakukan pengawasan tambahan selama 14 hari. Apabila dalam waktu 14 hari tidak terjadi tanda-tanda virus seperti demam maka dinyatakan sehat dan tidak membawa virus.

“Kita melakukan pengawasan tambahan selama 14 hari, tidak hanya mahasiswa dari China, TKI yang pulang dari negara-negara lain yang sudah terkena virus corona juga kita awasi. Jika sebelum 14 hari sudah muncul tanda-tanda seperti timbul demam lebih dari 38 derajat maka kita patut curiga dan harus segera dikirim ke faskes pelayanan kesehatan untuk dilakukan pengawasan,” tandasnya.

Lebih lanjut Junaedi mengatakan, pencegahan dan upaya-upaya yang perlu dilakukan secara mandiri untuk mencegah penularan virus tersebut adalah misalnya menghindari kontak langsung terhadap orang yang dicurigai memiliki infeksi akut pernafasan.

Hindari juga sama sekali kontak dengan binatang liar atau buas, selalu mencuci tangan dengan sabun setiap kali bertemu dengan orang sakit maupun setelah berkunjung ke daerah yang kurang bersih dan selalu gunakan masker saat bepergian di ruang terbuka.

“Masyarakat jangan menjadi resah dengan adanya virus corona ini, karena kita sudah mengantisipasinya. Puskesmas, klinik dan rumah sakit sudah disiapkan. Ini merupakan bentuk kesiapsiagaan kita, tetapi kesiapsiagaan kita ini jangan sampai terpakai,” pungkasnya.


Adib Annas M

Tinggalkan Balasan