SMN/Gading Persada - TUTUP : Sebuah tulisan yang menandakan penutupan sementara terpasang di gerbang utama Stadion Mandala Krida Kota Jogja.

YOGYAKARTA, SM Network- Pencegahan merebaknya virus Covid-19 di DIY masif dilakukan. Salah satunya dengan menutup titik-titik berkumpulnya orang. Seperti yang dilakukan Balai Pemuda dan Olahraga (BPO) DIY yang me-‘lockdown’ sejumlah venue olahraga yang ada di Kota Jogja.

“Sesuai dengan arahan dari Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono X tempat-tempat yang biasa untuk aktivitas berkumpul dan berolahraga ditutup hingga 31 Maret. Tapi sepertinya akan diperpanjang dengan melihat situasi dan kondisi saat ini,” papar Kepala BPO DIY Eka Heru Prasetya.

Eka menyebut, total ada empat venue olahraga dibawah BPO yang ditutup, yakni Lapangan Kenari, GOR Among Rogo, GOR Sorowajan serta home base klub sepak bola Liga 2 PSIM Yogyakarta yakni Stadion Mandala Krida.

“Kami mengikuti anjuran pemerintah dalam rangka mengurangi untuk tempat-tempat yang biasa untuk aktivitas berkumpul massal,” kata Eka.Lebih lanjut Eka mengatakan, penutupan ini berlaku tidak hanya untuk mereka yang memanfaatkan kawasan tersebut secara formal seperti Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan National Paralymlic Commitee (NPC) DIY.

Melainkan, juga untuk masyarakat umum yang sering menggunakan tempat itu untuk berolahraga secara pribadi, termasuk untuk penyelenggaraan pesta pernikahan. Meski ditutup, dia menyebut perawatan rutin tetap dilakukan. Bahkan beberapa waktu lalu juga pihaknya sempat melakukan penyemprotan disinfektan di GOR Among Rogo.

“Ada sisi positifnya, karena ketika ditutup kami bisa fokus melakukan perawatan rutin di lokasi-lokasi tersebut,” jelasnya. Sementara itu Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga, Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bantul, Joko Surono menembahkan jika Stadion Sultan Agung (SSA) dan Dwi Windu yang ada di kabupaten tersebut juga ditutup untuk sementara waktu.

Penutupan ini telah dilakukan sejak hari 22 Maret lalu hingga batas waktu belum ditentukan. Menurut dia, kedua tempat ini dinilai sebagai tempat yang strategis untuk berbagai kegiatan yang mengundang massa. Seperti di SSA yang sering digunakan untuk pertandingan bola dan pasar tiban setiap Minggu pagi.

“Kalau waktunya ini masih tentative, belum bisa kami tentukan melihat perkembangan dan kami selalu nanti koordinasi dengan Sekda dan juga Bupati bagaimana kelanjutannya untuk SSA ini bisa dibuka kembali,” sambung Joko.Lebih lanjut Joko mengatakan, pihaknya telah mengirimkan surat kepada berbagai instansi dan klub yang sudah menjadwalkan penggunaan kedua stadion tersebut terkait penutupan ini.

Namun, bagi masyarakat yang biasa memanfaatkan untuk berolahraga secara individu Joko mengatakan hal tersebut masih bisa dilakukan. “Hanya, mereka dihimbau untuk menjaga jarak aman dan kebersihan,” tandas dia.


Gading Persada/Kim