Dilaporkan Polisi, Sujud Beri Kuasa Enam Lawyer

KEBUMEN, SM Network – Sujud Sugiarto (55) warga Desa Kuwangunan, Kecamatan Petanahan mengakui bahwa dirinya adalah pemilik akun Facebook S Sugiarto Arakani’s yang dilaporkan ke Polres Kebumen oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto. Akun tersebut dipolisikan lantaran diduga menyebar berita bohong (hoaks) melalui media elektronik, Kamis (26/3).

Mantan perangkat desa tersebut mengaku siap menjalani proses hukum bahkan jika sampai pengadilan. Mengenai postingan yang menyebut bahwa satu warga Kebumen meninggal direnggut Corona, dia mengaku bahwa yang dimaksud sedang dirawat di rumah sakit. Bahkan dia mengaku sudah menghapus postingan tersebut dan telah meminta maaf kepada pihak keluarga.

“Saya siap menjalani segala proses hukum terkait pelaporan ke polisi,” ujar Sujud di Sekretariat Kebumen Lawyer’s Club (KLC) di Jalan Sarbini, Kebumen, Jumat (27/3).

Dalam kesempatan itu Sujud Sugiarto memberikan kuasa kepada enam pengacara di KLC yakni Teguh Purnomo, Marwito, Umi Mujiarti, Anita Handayani, Suramin, Muchamad Fandi Yusuf untuk mendampingi proses hukum baik  pada penyidikan tingkat pertama, kedua maupun di pengadilan. 

“Harapannya perkara ini dapat berlanjut dan bisa bertemu di pengadilan dengan Arif Sugiyanto,” ujarnya. Lebih lanjut, Sujud berdalih bahwa ucapannya pada akun Facebook tentang lockdown bukan bermaksud menyampaikan informasi.

Melainkan masukan kepada pemerintah untuk menerapkan lockdown di wilayah Kebumen. Hal itu didasari setelah adanya satu warga Kebumen yang positif corona (Covid-19). “Ini kepanikan karena saya melihat kesiapan menangani corona belum maksimal,” katanya.

Laporkan Balik Advokat KLC Teguh Purnomo mengatakan bahwa pihaknya membuat tim yang terdiri atas enam lawyer di KLC untuk mendampingi kliennya. Dua hal yang menjadi titik tekan adalah, pihaknya akan mendampingi Sujud sebagai terlapor.

“Yang kedua adalah tidak menutup kemungkinan dalam minggu depan, Pak Sujud akan kami dampingi untuk melaporkan balik wakil Bupati Kebumen,” ujar Teguh Purnomo. Menurutnya ada beberapa prosedur dalam penanganan corona yang kurang prosedural. Beberapa content di media sosial Wakil Bupati tidak pas. Sehingga ini justru meresahkan masyarakat yang sebenarnya. “Dalam hal ini, bukti-bukti masih dipersiapkan,” ujarnya.

Pihaknya berharap perkara ini bisa sampai di tingkat pengadilan. Sekaligus untuk mengklarifikasi apakah yang diadukan oleh wakil bupati itu benar atau justru hoaks.  Diberitakan sebelumnya, akun Facebook S Sugiarto Arakani’s dilaporkan ke Polres Kebumen oleh Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dalam perkara dugaan penyebaran berita bohong (hoax) melalui media elektronik khususnya media sosial (medsos), Kamis (26/3).

Adapun materi yang dilaporkan sebagai berita bohong adalah tangkapan layar unggahan akun S Sugiarto Arakani’s pada status Facebook. “3 menit yll pemilik toko jln Kolopaking Koh Ameng meninggal direnggut Covid 19 … Kelambatan penanganan gugus tugas penanggulangan covid 19 Kebumen.” Setelah mengunggah status tersebut, akun yang sama kembali menulis status yakni tentang lock down.

“Hari ini jam 12.30 seluruh area Kebumen kota wajib lock down… Tidak ada alasan apapun harus lockdown. (DPP Patriot Nusantara)”  “Ini tidak bisa kami biarkan supaya penanganan Corona tidak bias. Adanya berita bohong ini membuat keresahan masyarakat. Berita bohong itu menyebar begitu dahsyat. Orang masih hidup dikatakan sudah meninggal,” ujar Arif Sugiyanto.


Supriyanto

1 Komentar

  1. 66409 413004After examine a couple of of the weblog posts on your internet internet site now, and I genuinely like your manner of blogging. I bookmarked it to my bookmark internet site record and will probably be checking back soon. Pls take a look at my internet page as properly and let me know what you think. 514903

Tinggalkan Balasan