KEBUMEN, SM Network – Wakil Bupati Kebumen Arif Sugiyanto dilaporkan oleh Sujud Sugiarto, mantan perangkat desa aktivis LSM  ke Mapolres Kebumen, Senin (13/4/2020). Orang nomor dua di jajaran Pemkab Kebumen itu dilaporkan atas dugaan tindak pidana suap untuk memperoleh jabatan.

Polisi akhirnya menerbitkan Surat Tanda Terima Laporan Polisi (STTLP) Nomor: STTLP/13/IV/2020/SPKT yang diketahui oleh Kepala SPKT Polres Kebumen Ipda Fuad Inayah. Sebelumnya, Sujud didampingi sejumlah pengacara dari Kebumen Lawyer Club (KLC) melakukan pelaporan sejak Jumat (10/4).

Namun karena dinilai belum menyertakaan alat bukti permulaan yang cukup, laporan belum diterima oleh polisi. Kemudian, Senin (13/4) siang mereka kembali lagi ke Mapolres dengan menambah alat bukti permulaan.

“Saya melaporkan Arif Sugianto terkait dugaan melakukan suap atau menjanjikan sesuatu kepada penyelenggara negara untuk mempengaruhi dan/atau menggerakkan hati dan fikirannya pada pemilihan Wakil Bupat oleh DPRD Kebumen,” terang Sujud usai melakukan pelaporan.

Tangkapan layar video di akun youube suaramerdekakedu.id

Menurut Sujud, Arif Sugiyanto diduga memberikan sejumlah uang kepada anggota DPRD Kebumen pada Februari 2019. Pemberian uang itu dimaksudkan agar saat proses pemilihan Wakil Bupati Kebumen Antar Waktu yang melalui DPRD, para anggota DPRD memilih Arif karena pemilihan saat itu menggunakan mekanisme suara terbanyak.

Pemilihan Wakil Bupati Kebumen oleh DPRD dilaksanakan pada 25 Maret 2019. Saat itu Arif bersaing dengan satu kandidat lain atas nama Busro. Pada saat pemilihan, Arif mendulang 41 suara sedangkan Busro mendapat tiga  suara, dan tiga  suara lainnya dinyatakan tidak sah. Saat itu ada tiga anggota DPRD Kebumen yang berhalangan hadir.

Disinggung mengapa baru melaporkan kejadian tahun 2019, Sujud beralasan bahwa Arif Sugiyanto sebagai Wakil Bupati yang terlebih dahulu “menyulut api”. Seharusnya, kata Sujud, hubungan sosial kemasyarakatan bisa lebih santun jika Arif tidak lebih dulu melaporkan dia ke polisi. “Tapi saudara Arif sebagai orang tua kedua di Kebumen ini sudah membawa saya sebagai warga negara ke ranah premium remidium (hukum pidana diberlakukan sebagai pilihan utama,red). Maka saya juga punya hak yang sama,” jelasnya lagi.

Tanggapan Wabup Ditemui secara terpisah, Wabup Arif Sugiyanto mengaku mengetahui dirinya dilaporkan ke polisi justru dari awak media. Termasuk dalam perkara apa, Arif mengaku belum mengetahui. Meski demikian, dia tampak santai menanggapi laporan tersebut.

“Ya, nggak apa-apa. Namanya masyarakat siapa saja bisa melaporkan. Tentunya proses ada di pihak kepolisian. Saya selaku warga negara yang taat hukum, apabila dibutuhkan keterangannya pasti akan hadir. Saya tidak akan pernah lari,” tandasnya.   

Sebelumnya, Ketua Tim Kuasa Hukum Kebumen Lawyers Club (KLC) Teguh Purnomo menyampaikan apa yang dilakukan kliennya adalah preseden baik bagi proses penegakan hukum di Kebumen. Selama ini, masyarakat seolah takut untuk melaporkan pelanggaran hukum jika dilakukan oleh pejabat negara.

“Kami dari tim laywers sudah melakukan kajian dan apa yang disampaikan saudara Sujud cukup memenuhi unsur tindak pidana korupsi. Ini sangat jarang karena yang dilaporkan adalah pejabat,” terang Teguh. Teguh mengatakan pihaknya akan mengawal dan menyiapkan langkah hukum apabila dikemudian hari proses hukum tidak berjalan.

“Jika misal ada alasan kepolisian untuk menghentikan, kami akan menggunakan mekanisme hukum pra peradilan. Kami berharap kepolisian jangan gegabah,” pungkas Teguh.


Supriyanto

2 KOMENTAR