Dikendalikan dari Lapas, Napi Ini Catut Nama Petinggi TNI AU

YOGYAKARTA, SM Network- Nasib sial dialami Indah Pastini Setyaningsih, seorang ibu rumah tangga warga Pakulaman Kota Jogja yang menjadi korban penipuan dengan total kerugian Rp 20.500.000. Uniknya, pelaku merupakan narapidana bernama Joko Sumardi yang meringkuk di Lapas Sibolga, Tapanuli Utara, Sumatera Utara. Dalam aksinya pelaku mencatut nama petinggi di TNI AU dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bea Cukai.

“Tersangka adalah napi kasus pencabulan yang divonis 12 tahun penjara dan dia sudah menjalani 4 tahun penjara. Dia sudah kami bawa dan pindahkan ke Jogja, saat ini menghabiskan sisa hukuman di Jogja dan ditambah kasus penipuan ini,” papar Kapolresta Jogja, Kombes Pol Sudjawarko pada awak media di Mapolresta Jogja, Senin (20/7).

Kasus bermula ketika tersangka yang ternyata saat berada di dalam lapas juga berhasil menyembunyikan telpon genggam, menghubungi korban di Jogja. Tersangka mendapatkan nomor telpon korban secara acak. Setelah berhasil menghubungi korban, mulailah tersangka beraksi.

“Jadi tersangka ini ngacak aja memecet nomor telpon. Dan kemudian berhasil menelpon korbannya dan mengaku sebagai Gubernur AAU, kemudian dia mencari anggota keluarganya untuk dimintai uang,” papar dia.

Dalam percakapan dengan korban, tersangka berdalih meminjam sejumlah uang untuk membayar lelang mobil. Tanpa menaruh curiga, korban yang ternyata merupakan kerabat Gubernur AAU ini langsung mentransfer Rp 10 juta ke rekening Endang Suginingsih yang berstatus sebagai tersangka dan saat ini juga sudah ditangkap. Setelah uang ditransfer, Endang selanjutnya melakukan penarikan uang.

“Pelaku yang napi ini mengaku sebagai Gubernur AAU. Untuk menyakinkan korbannya, ia sengaja memasang foto profil Gubernur AAU di akun WhatsApp,” papar Kapolresta.

Selanjutnya untuk mengurus proses lelang, kepada korban pelaku mengaku akan disambungkan ke petugas Bea Cukai di Jakarta. Korban pun diminta untuk menunggu, dengan alasan nanti akan dihubungi petugas Bea Cukai. Setelah beberapa saat, pelaku mengganti nomor dan menghubungi korban mengaku sebagai petugas Bea Cukai. Saat itu pelaku meminta uang tambahan Rp 10 juta, untuk biaya lelang mobil yang sudah dijanjikan.

“Korban langsung menyanggupi untuk transfer uang Rp 10 juta, termasuk transfer pulsa Rp 500 ribu,” jelas dia. Namun korban curiga saat pelaku kembali meminta transfer uang diluar kesepakatan awal. Setelah sadar menjadi korban penipuan, korban selanjutnya melapor ke polisi.

“Kedua tersangka ini masih saudara, keponakan dan tantenya. Mereka kami jerat dengan pasal 378 KUHP dengan ancaman hukuman penjara 4 tahun,” tegas Kapolresta.


Gading Persada

5 Komentar

  1. Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

  2. I am regular visitor, how are you everybody? This article posted at this web site is in fact pleasant.

  3. Very good article! We are linking to this particularly great content on our site. Keep up the great writing.

Tinggalkan Balasan