SM/Arif Widodo - SAMPAIKAN ASPIRASI : Warga Desa Bandung, Kecamatan / Kabupaten Kebumen menyampaikan aspirasi di balai desa setempat, Senin (8/3).

KEBUMEN, SM Network – Gelaran rembuk warga yang diselenggarakan Badan Permusyawaratan Desa (BPD) Bandung, Kecamatan / Kabupaten Kebumen menjadi ajang untuk mengorek dugaan pelanggaran yang dilakukan Kades setempat, Budiono, Senin (8/3).

Dalam rembuk yang berlangsung di Balai Desa Bandung tersebut, terungkap bahwa Kades Budiono telah mengakui keterlibatannya dalam kasus perjudian yang ditangani Polres Kebumen. Selain Budiono juga terdapat tiga orang lainnya dari warga setempat yang disebut ikut main judi saat penggerebekan oleh petugas pekan lalu.

Namun masing-masing tidak hadir dalam rembuk warga yang dipimpin oleh Ketua BPD Bandung Sahid, didampingi Sekcam Kebumen Ngadiyo serta Babinkamtibmas Polsek Kebumen Bripka Sutrisno dan Babinsa Koramil Kebumen Sertu Supriyanto.

Suasana pun sempat tegang dalam menyikapi dugaan pelanggaran yang dilakukan pucuk pimpinan desa pusat kerajinan peci itu. Menurut salah satu warga, Haidor Muharom, Kades Budiono dinilai telah melanggar sumpah dan janji jabatan, serta pelanggaran terhadap kewajiban dan larangan sebagai Kades. Selain itu melanggar UU Desa Nomor 6 Tahun 2014.

“Oleh karena itu, kami mendorong BPD untuk menindaklanjutinya,” tandas Haidor yang mengaku menyaksikan langsung pengakuan Kades Budiono terkait dugaan keterlibatan kasus perjudian tersebut.

Juber Mustofa, warga Bandung lainnya yang maju ke muka forum itu menyampaikan innalillahi wainnailaihirojiun. “Jika itu benar, sungguh perbuatan tersebut tidak pantas dilakukan oleh seorang Kades,” ucap Juber yang Mantan Ketua RW dua periode.

Fuadi, warga RT 2 / RW 3 Desa Bandung menekankan, kalau terjadi pelanggaran terhadap Undang-undang, maka perlu penanganan lebih lanjut dari pihak terkait. Sedangkan Samsudin, warga Bandung yang diberi kesempatan berbicara dalam rembuk desa itu mengatakan, penindakan terhadap bersangkutan apabila sudah dilakukan berulangkali.

“Kades itu bukanlah malaikat. Apalagi yang main judi diketahui banyak banget. Hanya ndilalah (kebetulan), dalam kasus ini Kadesnya yang kecekel (ketangkap). Sehingga saya lihat belum fatal atau masih bisa diperbaiki,” timpal Fadil. Selanjutnya Mantan Kades Bandung Sulastri menyampaikan apa yang terbaik bagi Desa Bandung akan ia ikuti.

Sekcam Ngadiyo pun merespons jalannya rembuk warga yang cukup demokratis dan kondusif itu. Kemudian Ketua BPD Bandung Sahid yang menutup jalannya rembuk desa menegaskan telah menyerap aspirasi masyarakat. “Tapi untuk tindaklanjutnya masih akan kita rembuk kembali bersama warga. Jadi hasil rembuk desa saat ini belum diteruskan ke atas,” jelasnya.