Diduga Mesum, Kades Bojasari Beri Klarifikasi

WONOSOBO, SM Network – Kasus perselingkuhan yang menyeret Kepala Desa (Kades) Bojasari, Kertek belum temukan jalan keluar. Terbaru, pihak keluarga Kades temui DPRD Wonosobo untuk memberikan klarifikasi terkait kasus yang menimpa dirinya.

“Saya datang ke DPRD bersama keluaraga tak lain untuk klarifikasi atas polemik yang terjadi di desa kami,” Jelas Kades Bojasari, Surame di Gedung Banggar DPRD setempat, kemarin.

Menurutnya, beberapa waktu lalu sebagian warganya telah melaporkan dugaan kasus perselingkuhan yang terjadi hingga ke pihak DPRD. Sehingga ia beserta keluarga juga ikut berinisiatif untuk menemui DPRD. “Agar semuanya jelas, informasi yang diterima itu lengkap. Maka saya berinisiatif juga untuk datang kesini menyampaikan apa yang menjadi masalah kami sebenarnya,” terangnya.

Dikatakannya, bahwa saat ini proses hukum juga masih berjalan dan belum ada keputusan yang diberikan Sekda maupun bagian hukum. Namun dengan datangnya sebagian warga ke DPRD baru-baru ini menimbulkan keresahan sendiri di pihak keluarga. Ditakutkan dengan munculnya informasi sepihak dapat memberikan asumsi liar di masyarakat.

“Karena sebenarnya yang meminta saya mundur itu hanya sebagian warga saja. Tidak semuanya sepakat juga,” katanya.
Terlebih hingga saat ini pihaknya masih mengikuti proses hukum yang sedang berjalan. Diantara dua keluarga bersangkutan, kasus perselingkuhan yang menyeretnya juga sudah diselesaikan secara baik-baik. “Jadi saya tidak tahu kemudian ada warga yang tidak terima lalu mengadu kepada pihak DPRD,” tuturnya.

Sementara itu Ketua Komisi A DPRD Wonosobo, Suwondo Yudhistiro mengatakan bahwa audiensi yang digelar tersebut dalam rangka menjembatani berbagai pihak, karena ada aduan dari masyarakat desa bojasari yang juga disampaikan juga kepada BPD terkait dugaan asusila yang dilakukan oleh kades.

“Pada audiensi yang kita gelar ini karena ada surat dari BPD, diserta dengan data dan fakta, lalu minta kades harus diberhentikan, dalam forum ini, kades Surame minta kepada komisi A untuk mengklarifikasi agar apa yang menjadi tuduhan dari masyrakat tidak sepihak,” katannya.

Dengan dilakukan audiensi tersebut, maka komisi A DPRD Wonosobo telah mendengar dari pihak forum masyarakat dan juga dari pihak Kepala Desa, maka apapun nanti keputusan yang dihasilkan oleh eksekutif, semua harus bisa menerima dengan legowo.

“Jadi keputusan ada di tangan eksekutif, mereka sudah membuat tim khusus yang sudah dan sedang mendalami kasus ini, sehingga kita beharap eksekutif bisa mengambil keputusan yang objektif dan tepat sesuai dengan fakta,” ucapnya.

Pihaknya juga mengatakan bahwa klarifikasi terkait indikasi adanya laporan masyarakat soal tindakan asusila dan mesum, yang bersangkutan memang sudah melakukan permohonan maaf, dan pembuatan surat itu tidak ada paksaan dan tanda tangan diatas meterai, akan tetapi surat itu sebenarnya untuk kepentingan internal RT setempat, dan sudah mengakui, meski itu kemudian di bantah.


Adib Annas Maulana/dib

5 Komentar

  1. Like!! Really appreciate you sharing this blog post.Really thank you! Keep writing.

  2. Good one! Interesting article over here. It’s pretty worth enough for me.

  3. Very good article! We are linking to this particularly great content on our site. Keep up the great writing.

  4. 221151 362588I adore your wordpress web template, wherever would you download it from? 815967

Tinggalkan Balasan