Diduga Dianiaya Ibu Tiri, Bocah 5 Tahun Kritis

KEBUMEN, SM Network – Seorang bocah berumur lima tahun mengalami luka-luka hingga kritis akibat diduga dianiya oleh ibu tirinya. Bocah malang tersebut mendapatkan perawatan intensif di Intensive Care Unit (ICU) RSUD Margono Soekarjo Purwokerto.

Dugaan kekerasan dalam rumah tangga (KDRT) itu terjadi di Desa Jatimalang, Kecamatan Klirong, Kabupaten Kebumen. Secara hukum kasus ini telah ditangani oleh Polres Kebumen. Sedangkan ibu tiri korban bernama Septi Rahmayanti (30) yang diduga sebagai pelaku penganiayaan telah diamankan di Polres Kebumen.

Informasi yang dihimpun, kejadian itu terungkap saat bocah berinisial AN (5) dibawa ke bidan desa untuk diperiksa lantaran pingsan. Lantaran tak kunjung sadar, bidan manyarankannya untuk membawanya ke RSUD Soedirman Kebumen, namun ibu korban menolak. Bidan desa pun kemudian meminta bantuan pemerintah desa untuk membawa korban ke rumah sakit.

Setelah dibawa ke rumah sakit, korban tetap tak sadarkan diri sehingga dimerujuk ke RSUD Margono Purwokerto. Saat di rumah sakit, dokter merasa curiga dengan kondisi badan pasien yang lebam tidak wajar sehingga menghubungi aparat kepolisian. Peristiwa itu mendapatkan perhatian dari Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH.

Orang nomor dua di Pemkab Kebumen itu secara pribadi menengok korban yang masih dirawat di ICU RSUD Margono Purwokerto, Sabtu (8/3/2020) malam. Saat ditengok korban sudah sadar dan bisa merespon. Namun begitu kondisinya masih belum stabil. Informasi dari ayah korban Ahmad Barokah (35), anaknya akan dilakukan operasi lantaran hasil CT Scan terdapat pendarahan di otak. Namun tindakan menunggu pasien dalam kondisi stabil.

Wakil Bupati Kebumen H Arif Sugiyanto SH mengunjungi pasien dalam rangka untuk memastikan kondisi pasien. Selain itu memastikan pembayarannya jangan sampai mengalami kesulitan. Selain menyerahkan bantuan, dalam kesempatan itu, Haji Arif sapaan akrabnya menawarkan kepada ayah korban untuk menjadikannya sebagai anak asuh untuk dididik di rumah asuh di Depok Jawa Barat.

“Peristiwa ini menjadi keprihatinan besar bagi kami, apalagi sang ibu yang diduga menjadi pelaku saat ini memiliki bayi yang berumur empat bulan,” ujar Arif Sugiyanto mengimbau kepada masyarakat jika menemukan hal serupa untuk melaporkan ke pihak terkait agar segera dilakukan penanganan cepat.

Miliki Bayi Ahmad Barokah mengakui belum ketemu dengan istrinya. Saat kejadian dia bekerja di Jakarta. Setelah dikabari dia langsung ke rumah sakit untuk mengurus anaknya. Ditanya terkait proses hukum terhadap istrinya, dia berharap istrinya tidak ditahan lantaran masih memiliki bayi berumur empat bulan.

Sedangkan menanggapi penawaran Wabup, Ahmad Barokah mengaku masih fokus untuk kesembuhan anaknya. Selanjutnya, pihaknya akan membicarakan dengan keluarga terkait masa depan anaknya. Ahmad Barokah yang asli Karawang menikah dengan istrinya sekarang tahun 2017.

Masing-masing membawa satu anak dari pernikahannya terdahulu. Sedangkan anak hasil pernikahan dengan istrinya masih berusia empat bulan. Awalnya mereka tinggal di Bekasi dan bekerja di pabrik garmen. Namun karena sesuatu hal mereka tidak bekerja dan menganggur. Sehingga pulang ke rumah keluarga istrinya di Kebumen.

Sempat menganggur, kemudian dia mendapatkan kembali di Jakarta. Sehingga dia pun meninggalkan istri dan tiga anaknya di Kebumen. “Setahu saya, waktu masih tinggal bersama-sama, istri saya tidak pernah berlaku kasar kepada anak-anak,” katanya.

Meski demikian menurut penuturan perangkat Desa Jatimalag Dasino (45), berdasarkan informasi warga itu baru sekitar tiga bulan tinggal di desanya bersama ibu pelaku dan korban. Dari laporan warga ibu korban diduga kerap berlaku kasar pada korban.

“Tetangga juga melihatnya secara langsung jika korban sering dimarahi bahkan sempat dipukul dengan kayu,” kata Dasino (45). Pemkab Kebumen melaluiĀ  Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Dipermades P3A) melakukan pendampingan terhadap korban.

Termasuk biaya pengobatan akan diupayakan untuk ditanggung pemerintah. “Alhamdulillah sudah mulai membaik karena sudah mulai bisa ditransfusi dan kalau nanti terus membaik bisa segera dioperasi,” kata Kepala Bidang Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak, Marlina Indriananingrum.


Supriyanto

Tinggalkan Balasan