SM/Asef F Amani - CEK KENDARAAN: Petugas Dishub Kota Magelang mengecek kelayakan jalan kendaraan dalam proses uji kir yang mulai kembali dibuka setelah dua bulan berhenti akibat darurat pandemi Covid-19.

MAGELANG, SM Network – Setelah sempat dua bulan berhenti akibat darurat pandemi Covid-19, pelayanan uji kir di Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Magelang kembali dibuka pada Senin (29/6) lalu. Pemilik kendaraan menyambut baik kembalinya pelayanan ini, sehingga merasa lebih nyaman dibanding sebelumnya.

Saking antusiasnya, pemilik atau pengemudi kendaraan pun harus rela antre menunggu giliran kendaraannya masuk pengujian. Antrean begitu terasa di hari kedua pelayanan hingga mengular di jalan utama Jalan Jenderal Sudirman Magelang. “Hari pertama dibuka antreannya biasa, tapi di hari kedua ini membludak sampai ke jalan utama. Kita juga tidak menyangka, mungkin baru tahu dan sempatnya hari ini,” ujar Plt Kepala Dishub Kota Magelang, Singgih Indri Pranggana di ruang kerjanya, Selasa (30/7).

Dia menjelaskan, pelayanan uji kir dibuka kembali dengan menerapkan prosedur protokol kesehatan secara ketat. Setiap pengemudi dan kru diperiksa suhu tubuhnya, kalau melebihi batas diwajibkan kembali pulang. “Kendaraan yang masuk disemprot cairan desinfektan. Pengemudi dan kru wajib memakai masker, cuci tangan pakai sabun saat mengurus administrasi, dan jaga jarak. Petugas kami juga pakai masker, face shield dan pembatas di bagian administrasi, dan kita atur tempat duduknya,” katanya.

Sekretaris Dishub Kota Magelang, Chandra Wijatmiko Adi menambahkan, selama dua bulan off, banyak yang menanyakan kapan kembali dibuka. Banyak yang juga menyampaikan keluhan saat di jalan merasa tidak nyaman, karena kendaraan belum dicek kelayakannya. “Ada pula yang ditegur ketika ke luar kota pas ada pemeriksaan. Setelah banyak pertimbangan, akhirnya kita buka lagi pelayanannya dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat,” jelasnya.

Antusias pemilik kendaraan, katanya, memang tinggi. Terlihat dari pelayanan di hari pertama yang mencapai 80 kendaraan. Jumlah ini meningkat sekitar empat kali lipat dibanding hari biasa sebelum pandemi yang hanya 20-25 kendaraan/hari. “Hari kedua ini sepertinya lebih banyak lagi. Meski tinggi, tapi waktu pendaftaran seperti biasa, yakni Senin-Kamis sampai jam 11.00, Jumat sampai jam 10.00. Pengerjaan uji kir sampai sore,” paparnya didampingi Kasi Pengujian Kendaraan Bermotor, Ridho Mustofa.

Chandra menyebutkan, waktu pengecekan per kendaraan rata-rata selama 26 menit. Pengecekan terdiri dari dua sektor, yakni cek persyaratan teknis, seperti dimensi, kelengkapan kendaraan, alat pemadam kebakaran, segitiga pengaman, dan lainnya. “Pengecekan kedua berupa uji kelayakan jalan, seperti uji emisi, rem, spedometer, kuncup roda depan, cahaya, desibel suara, dan lainnya. Total uji kelayakan jalan ada 16 item yang harus dicek,” terangnya.

Terkait pembayaran, ia mengemukakan, saat ini masih seperti biasa bersifat manual. Ke depan sudah direncanakan menggunakan sistem nontunai dengan menggandeng BPKAD dan BPD Bank Jateng.“Pembayaran nontunai ini untuk memudahkan pelayanan administrasi. Sudah dua kali kita uji coba dan lancar. Mudah-mudahan tahun depan sudah bisa diterapkan,” imbuhnya.


Asef Amani

4 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here