Dibuka Agustus, Museum Merapi Siapkan Jalur Pengunjung

SLEMAN, SM Network – Destinasi wisata di Kabupaten Sleman mulai dibuka kembali setelah tutup beberapa bulan akibat pandemi Covid-19. Awal Agustus nanti, objek yang akan beroperasi adalah Museum Gunungapi Merapi (MGM). Jumat (24/7) dilaksanakan simulasi penerapan normal baru di lokasi museum tersebut. Kegiatan ini dihadiri Bupati dan sejumlah pejabat instansi terkait. Tampak dalam simulasi itu sebelum masuk ke area museum, pengunjung diharuskan mencuci tangan dan diukur suhu tubuh. Petugas juga memastikan wisatawan mengenakan masker.

“Kalau ada pengunjung yang melanggar protokol, jangan diperbolehkan masuk,” pesan Bupati Sleman Sri Purnomo disela simulasi.
Untuk meminimalisir kontak antar wisatawan, Sri meminta dibuat pengaturan jalur. Pengelola juga perlu menyiapkan ruang transit bagi pengunjung untuk beristirahat sejenak. Menurut Sri, destinasi MGM sebenarnya sudah siap menerima tamu.

Namun untuk memaksimalkan persiapan, objek yang terletak di Desa Hargobinangun, Kecamatan Pakem itu baru akan dibuka pada awal Agustus mendatang. “Boleh-boleh saja jika ada wisatawan luar kota yang akan berkunjung asalkan memenuhi protokol,” tukasnya.
Kepala Dinas Kebudayaan (Disbud) Sleman Aji Wulantara menambahkan, promosi akan dilakukan sesuai adaptasi kebiasaan baru sehingga wisatawan tidak ragu datang. Sadar situasi, pihaknya tidak memasang target. Namun dia cukup optimistis kunjungan akan optimal apabila pandemi Covid-19 telah mereda. “Sekarang yang paling penting adalah membuka museum dengan pembatasan tertentu. Itu pun nantinya tergantung animo wisatawan,” ujar Aji.

Selama new normal, kunjungan ke MGM dibatasi per jam hanya 50 orang. Dengan waktu operasional mulai pukul 06.00-15.00 WIB, estimasi jumlah pengunjung per hari diperkirakan sekitar 300 orang. Sebelum berkunjung, wisatawan harus terlebih dulu booking.
MGM adalah museum kedua yang beroperasi dengan uji coba terbatas menyusul Monumen Jogja Kembali (Monjali). Di Kabupaten Sleman total terdapat 16 museum namun sebagian besar memilih belum buka lantaran pertimbangan pengaturan protokol kesehatan. Terlebih, pangsa pasar sebagian museum adalah wisatawan asing. Sehingga, penyusunan protokol harus lebih ketat.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan