Dibentuk Presidium Mas Koko, Calon Tunggal Tambah KO

KEBUMEN, SM Network – Sulitnya calon tunggal terkerek di daerah yang bersumbu pendek ini telah dikalkulasi matang oleh berbagai kalangan. Sehingga situasi tersebut memberi peluang besar terhadap kemenangan kotak kosong pada Pilbup di Kebumen.

Terlebih setelah munculnya sukarelawan dari segala penjuru kabupaten berslogan Beriman ini, tak lama kemudian diikuti dengan pembentukan Presidium Mas Koko. Kali ini pembentukannya berada di kediaman salah satu tokoh, Mundir Hasan, pada Gang Bogowonto RT 5 / RW 1, Desa Wero Kecamatan Gombong, Kebumen, Sabtu (1/8).

“Ya, nama presidium tersebut punya spirit tersendiri untuk menyatukan kekuatan dari segala penjuru,” kata Mundir yang dipercaya sebagai Ketua Presidium Mas Koko Wilayah Barat. Dibeberkannya, Koko merupakan akronim dari kotak kosong. Adapun tambahan Mas di depannya, merujuk pada nama Koko yang identik laki-laki.

Selanjutnya Mundir menekankan pada suku kata ko-ko, yang mengisyaratkan singkatan knock out (KO). “Jadi, dengan dibentuknya Presidium Mas Koko, calon tunggal tambah KO,” tandas Mundir yang mengartikan kalah terjatuh hingga nyungsep.

Lebih lanjut, dalam pembentukan Presidium Mas Koko itu disusun kepengurusan yang dibagi lima wilayah. Juga diperkuat tim sapu bersih yang beranggotakan Eno Taryono, Ponco Sudiro, Pawito dan Ainul Yakin. Untuk pembagian lima wilayah, Selain Mundir juga terdapat Aziz Prayitno yang mengetuai Wilayah Tengah.

Adapun Ketua Presidium Mas Koko Wilayah Timur Saputri, Selatan Prasetya Panggih, dan Utara Beni Prihatno. Kepada Suara Merdeka, mereka mengemukakan langkah selanjutnya setelah pembentukan Presidium Mas Koko akan dibentuk koordinator lapangan (Korlap) tingkat kecamatan dan desa/kelurahan Se-Kebumen.

Dijelaskan Aziz Prayitno, Presidium Mas Koko bukanlah tim kotak kosong. Sebab tidak diatur sebagaimana calon tunggal yang terdapat tim dari gabungan partai politik. “Dan nantinya akan jadi ajang kompetisi antara koalisi parpol dengan koalisi bebas,” jelas Aziz yang dikenal dengan Surip Kethip itu.

Pihaknya pun lantas menguraikan keberadaan calon tunggal tidak otomatis menang. Apalagi banyak faktor yang memperlemah calon tunggal kali ini. Sebaliknya, memperkuat serta mengarahkan untuk memilih kolom kosong dalam kartu suara, yang lebih populer dengan istilah kotak kosong.

Aziz lantas menunjukkan UU Nomor 10 Tahun 2016 tentang Perubahan Kedua atas UU Nomor 1 Tahun 2015 tentang Penetapan Perppu Nomor 1 Tahun 2014 tentang Pemilihan Gubernur, Bupati, dan Walikota menjadi Undang Undang (UU).

Di mana pada Pasal 54 C ayat (2) disebutkan bahwa pemilihan satu pasangan calon dilaksanakan dengan menggunakan surat suara yang memuat dua kolom yang terdiri atas satu kolom yang memuat foto pasangan calon dan satu kolom kosong yang tidak bergambar. “Mari kita tunggu bersama pelaksanaan Pilkada serentak 9 Desember 2020,” pinta Aziz.


Arif Widodo / K5

Tinggalkan Balasan