Di Wonosobo, Syarat Nyalon Bupati Lewat Jalur Independen Dinilai Memberatkan

WONOSOBO,SM Network – Calon Kepala dan Wakil Daerah dari jalur perseorangan atau independen yang bakal maju dalam Pilkada 2020 di Kabupaten Wonosobo nampaknya harus bekerja keras dalam tiga bulan kedepan.

Pasalnya, KPU hanya memberikan waktu tiga bulan untuk calon perseorangan melengkapi berkas persyaratan termasuk mengumpulkan KTP atau surat keterangan dalam jumlah yang telah ditetapkan KPU. Syarat ini dinilai memberatkan bagi balon (bakal calon) independen.

“Bagaimana mungkin calon perseorangan bisa mengumpulkan 50.933 KTP atau surat keterangan dalam waktu tiga bulan, jika memang KPU memberi kesempatan untuk calon perseorangan maju, seharusnya berikan waktu yang rasional, kalau singkat seperti ini ya mana mungkin ada calon yang bisa memenuhi,” ungkap Suyono salah seorang yang mengaku dari tim perseorangan dalam acara sosialisasi surat keputusan KPU Wonosobo tentang pencalonan perseorangan di Kantor KPU, Kamis (9/1/2020).

Menurrutnya perlu ada kajian kembali dalam aturan pencalonan perseorangan sehingga mereka yang ingin mencalonkan diri lewat jalur perseorangan tidak terganjal regulasi dan bisa memenuhi syarat yang telah ditetapkan.

KPU: Kami Hanya Menjalankan Aturan

Menanggapi hal tersebut Ketua KPU Wonosobo, Asma Khozin mengatakan, KPU hanya sebagai pelaksana Undang-undang yang telah ada. Terkait pembuatan Undang-undang ada di masing-masing fraksi partai politik di DPR pusat.

“Masukan akan disampikan ke KPU RI, KPU dan Bawaslu hanya pelaksana, semua ada di teman-teman fraksi pusat,” jelasnya.

Lebih lanjut dirinya mengatakan, acara yang berlangsung pada hari Kamis ini merupakan sosialisasi teknis tentang dukungan dan sebaran, yakni harus mendapat dukungan minimal 50.933 KTP yang tersebar di delapan kecamatan.

“Aturanya 50 persen ditambah satu, karena Kecamatan di Wonosobo ada 15 maka persebaran yang harus dipenuhi di delapan kecamatan,” katanya.

Asma juga mengatakan, terkait besaran dukungan dan persebaran sudah diumumkan jauh-jauh hari mulai tahun 2019 tepatnya pada 3 Oktober.

“Sudah kami umumkan jauh-jauh hari, untuk hari ini sosialisasi terkait teknis pencalonan,” pungkasnya.

Adib Annas

Tinggalkan Balasan