ilustrasi

TEMANGGUNG, SM Network – Kabag Perekonomian Pemkab Temanggung Muhamad Romadhon, mengatakan, meski pandemi korona telah mempengaruhi berbagai sektor perekonomian, namun permintaan gas elpiji ukuran 3 kilogram di Kabupaten Temanggung masih normal. Hal itu telah terpantau sejak diberlakukannya kebijakan work from home (WFH) hingga saat ini.

“Sejauh ini, permintaan masih normal meskipun banyak masyarakat cenderung bekeja di rumah di tengah wabah virus corona (COVID-19). Jadi hingga sekarang belum ada keluhan dari agen maupun pangkalan untuk menambah kuota, kalau ada penambahan tidak terlalu signifikan,”ujarnya kemarin.

Dikatakan Romadhon, sekarang ini meski banyak orang atau karyawan yang bekerja di rumah tetapi sebaliknya kebutuhan elpiji 3 kilogram untuk pedagang kaki lima malah berkurang. Karena dampak korona membuat banyak pedagang menutup lapaknya, sehingga kebutuhan gas masih normal dan mencukupi untuk masyarakat.

Selain itu, acara nyadran juga banyak berkurang setelah adanya larangan berkumpul dalam jumlah banyak. “Berdasar pantauan sejauh ini pasokan elpiji ke desa-desa tetap lancar meskipun jalur agak terganggu karena sejumlah desa menerapkan satu jalur masuk. Akan tetapi hal ini tidak merupakan hambatan,”katanya.


Raditia Yoni Ariya

1 KOMENTAR