Selasa, 11 Mei 2021 - 17:50

Di Tengah Corona, Oknum Desa Di Wonosobo Diduga Lakukan Pungli

Must Read

WONOSOBO, SM Network – Di tengah pandemi corona yang kian banyak memakan korban jiwa, oknum desa di Desa Pecekelan, Kecamatan Sapuran, diduga melakukan pungutan liar atau pungli. Dugaan tersebut mencuat setelah seorang warga yang enggan disebutkan namanya melaporkan hal tersebut ke pihak yang berwajib.

Dugaan pungli oleh oknum desa itu sudah dimulai sejak bulan Maret lalu. Oknum tersebut menarik pungutan terhadap pengusaha rumahan bernilai sampai jutaan rupiah. Tak hanya itu, warga yang memiliki truk dimintai iuran dengan alasan keamanan.

Seorang warga yang tak mau disebut namanya mengatakan, oknum tersebut meminta uang perbulan Rp 300 ribu kepada orang yang memiliki truk. Dengan dalih Surat Perjanjian Kerjasama dengan alasan keamanan dan kenyamanan, warga desa dimintai upeti oleh oknum itu.

Padahal, lanjut warga itu, semua tidak tercantum di RPJM Desa yang dapat diakses lewat website Desa di pecekelan-sapuran.wonosobokab.go.id. Lebih lanjut dirinya menjelaskan, masyarakat yang punya tanah diharuskan membuat surat jual beli untuk sekarang. Bahkan tanah yang dibeli 10 hingga 20 tahun silam juga dimintai setoran 5 persen dari harga tanah atau yang disebut pologoro.

“Meskipun pembelian 10 atau 20 tahun yang silam. Kemudian diharuskan membayar pologoro (setoran) sebanyak 5 persen,” ujarnya.

Dia menyebut bahkan pihak perangkat desa mengancam tidak akan memberikan pelayanan administrasi jika setoran 5 persen tersebut tidak dibayarkan. Ketika ditanya soal kwitansi perangkat desa pun enggan memberikan.

“Menurut keterangan beliau (kepala dusun) dari orang desa, bagi siapa yang belum menyelesaikan yang 5 persen, jika ada kepentingan administrasi bentuk apa pun tidak akan dilayani,” ujarnya.

Suara Merdeka mencoba menghubungi Kepala Desa Pacekelan Kecamatan Sapuran, Minggu (3/5). Namun, sampai berita ini diterbitkan, Kepala Desa Pacekelan masih belum menanggapi terkait dugaan pungli tersebut.

Saat dikonfirmasi perihal kebenaran berita itu,Camat Sapuran Edi Usman mengatakan, dirinya belum menerima info selengkapnya terkait dugaan pungli yang dilakukan oleh seorang oknum Desa Pacekelan. “Kita cari tahu terlebih dahulu informasinya seperti apa, sepanjang ada laporan seperti akan ditindak lanjuti,” ujarnya saat di hubungi Suara Merdeka, Minggu (3/5).

Tekait pungutan pologoro Edi menjelaskan, bahwa praktik pologoro sudah tidak dibenarkan saat ini. Berapa pun besaran pologoro itu tetap tidak dibenarkan. “Pologoro sudah tidak diperbolehkan lagi, aturanya sudah ada,” tandasnya.

Terkait temuan ini Edi mengaku akan segera menelusuri dugaan pungli tersebut. Pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan pihak desa terkait permasalahan tersebut. “Kita akan segera koordinasi terkait itu, karena ini hari Minggu kemungkinan hari senin, akan kita jadwalkan terlebih dahulu,” katanya.

Secara terpisah, Kapolres Wonosobo AKBP Fannky A Sugiharto mengatakan, bahwa laporan kasus tersebut sudah masuk di pihaknya. Saat ini kasus tersebut tengah masuk dalam proses penyelidikan dengan mengkonfirmasi saksi-saksi tentang kebenaran hal itu.

“Sudah ada laporan secara resmi ke kita, tetapi juga harus penyelidikan lebih dahulu. Kita ikuti terlebih dahulu sambil prosesnya berjalan,” ujar Fannky.

Fannky mengakui kondisi penanganan kasus ini sedikit terhambat pandemi corona. Pihaknya juga harus hati-hati melakukan pemanggilan saksi-saksi. Namun dia menegaskan akan mengusut tuntas kasus ini.


Adib Annas M

- Advertisement -spot_img

5 KOMENTAR

- Advertisement -spot_img

Latest News

QHomemart Santuni Anak Yatim Omah Ngaji

Jelang berakhirnya bulan suci Ramadhan 1442 H, Qhomemart menebar kebaikan dan kepedulian terhadap sesama dengan menggelar kegiatan buka bersama...
- Advertisement -spot_img

More Articles Like This

- Advertisement -spot_img