SM/Asef F Amani - Bangunan RSUD Tidar Kota Magelang

MAGELANG, SM Network – Kasus virus korona (Covid 19) di Kota Magelang menunjukan perkembangan yang menggembirakan. Setidaknya, hingga Rabu (1/4) pukul 12.00 tidak ada penambahan jumlah orang dalam pemantauan (ODP) maupun pasien dalam pengawasan (PDP).

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Magelang, dr Sri Harso mengatakan, data terakhir menunjukan jumlah ODP masih bertahan di angka 168 orang. Begitu pula jumlah PDP bertahan di angka 14 orang.

“Yang bertambah hanya orang tanpa gejala (OTG), yakni sebanyak 23 orang. Adapun OTG yang lama berjumlah 133 orang. Sehingga, total OTG sampai saat ini sebanyak 156 orang,” ujarnya dalam video conference, Rabu (1/4).

Dia menuturkan, untuk PDP yang meninggal dunia sampai saat ini juga masih bertahan di tiga orang, yang satu di antaranya positif Covid 19. Sementara yang masih dirawat saat ini berjumlah 2 orang, sedangkan yang dinyatakan sembuh dan pulang sebanyak 9 orang.

“Yang pulang dan sembuh itu sebelumnya dirawat di RSUD Tidar sebanyak 6 orang, RST Dr Soedjono 2 orang, dan RSJ dr Soerojo 1 orang. Alhamdulillah perkembangan ini menggembirakan, dan mereka yang pulang telah dinyatakan sembuh,” katanya.

Terkait ketersediaan tempat tidur, Sri Harso menyebutkan, di RSU Tidar tersedia 10 tempat tidur dengan 3 unit yang kosong. Lalu di RST Dr Soedjono 17 tempat tidur dengan 3 unit yang kosong dan di RSJ dr Soedjono sebanyak 10 tempat tidur dengan 1 unit yang kosong.

“Kami sangat berharap tempat-tempat tidur ini tidak diisi lagi oleh orang atau pasien yang terindikasi Covid 19, sehingga kita benar-benar terbebas dari virus tersebut,” tuturnya.

Dalam kesempatan ini, mantan Dirut RSUD Tidar itu mengaku, sangat mengapresiasi warga Kota Magelang maupun sekitarnya yang sudah memberikan perhatian kepada pihak rumah sakit dan para tenaga medis. Hampir setiap hari datang bantuan beragam jenis yang bertujuan meringankan beban rumah sakit dan tenaga medis.

“Bantuannya ada yang berupa makanan, minuman, masker, hand sanitizer, bahkan alat pelindung diri (APD). Kami tentu sangat berterima kasih atas perhatian masyarakat terhadap rumah sakit dan tenaga medis yang tengah berjuang melawan virus tersebut,” jelasnya.

Namun demikian, pihaknya akan merapatkan dengan sejumlah pihak terkait bantuan ini, yang tujuannya agar bantuan yang diberikan benar-benar merupakan sesuatu yang dibutuhkan. Sekaligus ada pemerataan bantuan, artinya tidak hanya di RSUD Tidar saja, tapi juga RS rujukan lainnya.

“Untuk sementara bantuan apapun kami terima, tapi nanti saya akan rapatkan terkait bantuan apa yang sekiranya memang kita butuhkan. Sehingga, bantuan yang diberikan itu tidak sia-sia,” imbuhnya.


Asef Amani