Di Kebumen, Penderita Gangguan Jiwa Capai 5 Ribu

KEBUMEN, SM Network – Hingga akhir 2019, jumlah orang dengan gangguan jiwa (ODGJ) mencapai lebih dari 5 ribu orang. Jumlah tersebut meningkat drastis dari tiga tahun sebelumnya yang baru 3 ribu orang.

“Meningkatnya angka ini seiring dengan proaktifnya petugas kesehatan mendatangi langsung ke rumah-rumah warga untuk melakukan pengecekan, pengawasan dan pengobatan kepada warga yang terindikasi gangguan jiwa,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kebumen Dwi Budi Satrio saat Family Gathering di Aula Puskesmas Karanganyar, Kebumen, Kamis (12/3).

Kegiatan yang dipandu Kepala Puskesmas Karanganyar Agus Sapariyanto itu dalam rangka membimbing dan memberikan motivasi kepada keluarga dan orang yang pernah menderita gangguan jiwa. Agus Sapariyanto menjelaskan, penderita gangguan jiwa dapat disembuhkan, sehingga keluarga penderita tidak perlu sungkan untuk melakukan pengobatan.

“Untuk mereka kami beri bimbingan dan motivasi bahwa gangguan jiwa dapat disembuhkan. Karenanya, kami berpesan kepada mereka agar tidak sungkan meminta bantuan pengobatan di puskesmas untuk kesembuhan secepatnya,” ujar Agus.

Saat ini Puskesmas Karanganyar tengah menangani 146 pasien ODGJ yang tersebar di Kebumen bagian barat. Agus mengungkapkan, membangun kesehatan jiwa lebih rumit dibandingkan dengan membangun fisik. Sebab setiap orang berpotensi menderita gangguan jiwa.

“Melalui kegiatan seperti ini kami beri pemahaman, bimbingan dan motivasi baik yang sudah pernah maupun belum menderita gangguan jiwa agar benar-benar menjaga kesehatan jiwanya,” jelasnya.

Bagi yang sudah sembuh diminta menjaga kesehatan jiwanya. Sebab, dalam periode satu tahun kesembuhan terkadang gangguan jiwa ini muncul kembali. Pihaknya pun terus mengawasi dan memberikan penyembuhan baik melalui pemberian obat maupun bimbingan atau motivasi.


Arif Widodo

Tinggalkan Balasan