Di DIY, Para Pesepeda juga Jadi Sasaran Operasi Patuh Progo

SLEMAN, SM Network- Banyak kegiatan bersepeda yang bermunculan saat pandemi Covid-19 berlangsung saat ini, bahkan beberapa diantaranya sempat terlibat dalam kecelakaan lalu lintas. Di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY), para pesepeda pun menjadi target selama pelaksanaan Operasi Patuh Progo 2020 yang digelar Polda DIY dan jajarannya. Operasi Patuh berlangsung 14 hari mulai hari ini hingga 5 Agustus mendatang.

“Target dalam Operasi Patuh kali ini adalah para pengendara kendaraan bermotor maupun sepeda,” papar Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda DIY Kombes Pol I Made Agus Prasatya usai mengikuti apel gelar pasukan dalam rangka Operasi Patuh Progo 2020 di halaman Mapolda DIY, Kamis (23/7).

Para pesepeda dirasa perlu menjadi sasaran, imbuh dia, karena tak terlepas dengan makin banyaknya pesepeda di Kota Pelajar ini. Bahkan aktivitas para pesepeda diantaranya dapat berpotensi menimbulkan kecelakaan lalu lintas (laka lantas). “Nanti penindakannya bisa dilakukan himbauan-himbauan,” imbau dia.

Untuk kendaraan bermotor, jelas Dirlantas, pihaknya lebih ke sasaran kelengkapan kendaraan bermotor tersebut, lalu pengendara sepeda motor yang tidak menggunakan knalpot standar, daerah rawan kecelakaan dan pelanggaran serta tempat wisata dan kegiatan masyarakat yang berpotensi menimbulkan laka lantas serta penyebaran virus Covid-19.

Menurutnya, yang menjadi prioritas penindakan pelanggaran lalu lintas utama yakni pengendara yang tidak menggunakan helm standar serta pengendara yang melawan arus sehingga berpotensi mengakibatkan laka lantas korban meninggal dunia. Selain itu juga pemakaian knalpot tidak standar atau blombongan yang dapat mengganggu masyarakat, menyebabkan kebisingan tinggi dan dapat menjadi pemicu terjadinya konflik.

“Trend laka lantas 2018 hingga 2019 turun 89 persen, sedangkan untuk pelanggaran lalu lintas berupa tilang dan teguran naik sebanyak 11 persen,” jelasnya.

Apel gelar pasukan Operasi Patuh Progo kali ini dipimpin Kapolda DIY Irjen Pol Asep Suhendar, dengan tetap mengedepankan standar protokol kesehatan. Dalam arahannya Kapolda menyampaikan Operasi Patuh Progo melibatkan 1.099 personel Polda DIY dan jajaran. Tujuan digelarnya operasi ini untuk menciptakan situasi lalu lintas yang aman, tertib dan lancar serta meningkatkan kepatuhan dan disiplin masyarakat dalam berlalu lintas. Selain itu juga meningkatkan disiplin masyarakat dalam melaksanakan protokol pencegahan Covid-19 pada masa adaptasi kebiasaan baru sehingga meminimalisasi penyebaran Corona.

“Selain pelanggaran utama, dimasing-masing Polres ditentukan juga pelanggaran lalu lintas tambahan yang disesuaikan dengan kerawanan wilayahnya. Untuk Polresta Yogyakarta berupa pelanggaran menerobos lampu merah, Polres Sleman berupa pelanggaran rambu, Polres Bantul berupa pelanggaran berkaitan kelebihan muatan, Polres Gunung Kidul berupa pelanggaran marka jalan dan Polres Kulon Progo berupa pelanggaran kelengkapan kendaraan bermotor,” tandas Asep.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan