LAWAN WABAH: Pentas wayang orang melawan wabah corona dari rumah tanpa penonton.(Foto:Suara Merdeka/dok )

YOGYAKARTA, SM Network – Beberapa orang dari Sanggar Seni Pustaka Laras menggelar wayang orang dengan lakon ”Dewa Corona Sirna”, akhir pekan kemarin. Pentas tanpa penonton ini mengusung doa dan harapan agar wabah corona segera berlalu dari Indonesia dan dunia.

Pimpinan sanggar, Ki Purwadi menuturkan meskipun tinggal di rumah tapi tetap bisa berkesenian. Ia menceritakan di kahyangan Dhandhang Mangore, Sang Hyang Pramoni mengadakan rapat. Menurut laporan Batara Kala, saat ini dunia dilanda pageblug. Penyebabnya amukan Dewa Corona, wWujudnya berupa lelembut atau makhluk halus yang beranak pinak. Gigitannya sangat berbahaya dan mematikan.

”Ancaman Dewa Corona perlu dicegah. Sang Hyang Pramoni mengutus Batara Kala, agar sowan Kyai Lurah Semar untuk minta nasihat di Karang Kedhempel,” ujar Purwadi.

Batara Kala dalam cerita itu selaku panglima keamanan di kahyangan Dhandhang Mangore mengungkapkan dunia sedang dalam bahaya dan masyarakat cemas akibat ancaman Dewa Corona. Dewa berwujud lelembut atau makhluk halus yang bisa beranak pinak, berkembang dan sangat liar. Gigitannya dapat menyebabkan kematian mendadak. Karena itu ia minta saran dan nasihat dari Sang Hyang Pramoni, selaku penguasa kahyangan Dhandhang Mangore.

Segera Dibasmi


Sang Hyang Pramoni, selaku penguasa tertinggi di kahyangan Dhandhang Mangore, memberi amanat kepada seluruh widodoro dan widodari. Mereka menggelar rapat pimpinan dewa di kahyangan Junggring Salaka yang dipimpin Sang Hyang Jagad Girinata dan menetapkan bahwa Dewa Corona harus segera dibasmi. Selain itu juga menetapkan dan mengangkat Batara Kala sebagai pimpinan dan panglima melawan Dewa Corona.

”Batara Kala harus bekerja sama dengan semua warga pimpinan dunia, wajib memberi perlindungan dan keamanan kepada seluruh warga. Batara Kala juga harus sowan Kyai Lurah Semar di Karang Kedhempel untuk minta nasihat dan doa restu,” tandas Sang Hyang Pramoni.

Semar pun memberi wejangan kepada Sang Hyang Pramoni dan Batara Kala. Menurutnya wabah Dewa Corona bisa dicegah dengan sikap gotong royong dan tolong menolong. Warga harus sepakat untuk tinggal di rumah, menjaga kebersihan dan kesehatan lingkungan. Warga wajib menjalankan PSBB atau Pembatasan Sosial Berskala Besar supaya pagebluk segera sirna.

”Saya selaku anak punakawan juga mau usul, ayo makan yang bergizi tinggi, istirahat yang cukup, pakai masker. Insya Allah, semua sehat dan selamat,” imbuh Gareng.


Agung PW

1 KOMENTAR