Destinasi Wisata di DIY Tetap Buka Selama PPKM

YOGYAKARTA, SM Network – Destinasi di DIY tetap akan dibuka untuk wisatawan selama Penerapan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) tanggal 11-25 Januari 2021. Namun, jam operasionalnya yang dibatasi.Untuk objek wisata di wilayah Gunung Kidul dan Bantul, pemda setempat memutuskan pembatasan sampai dengan pukul 18.00 WIB sedangkan Kabupaten Sleman hingga pukul 19.00 WIB.

“Usaha pariwisata masih bisa berjalan, tidak ditutup total melainkan dibatasi operasionalnya,” kata Kepala Dinas Pariwisata (Dispar) DIY Singgih Raharjo, Sabtu (9/1).Monitoring pelaksanaan kebijakan itu diserahkan kepada masing-masing kabupaten, termasuk soal sanksi jika ditemukan pelanggaran. Namun pihaknya yakin pemkab sudah melakukan upaya secara persuasif. Di tiap objek wisata juga terdapat satgas Covid-19 yang akan ikut mengawasi.

“Kami juga sudah mengeluarkan SE (surat edaran) ditujukan Dispar kabupaten/kota se-DIY, dan pengelola destinasi wisata. Surat itu merupakan tindak lanjut dari Instruksi Gubernur,” terangnya.Poin surat edaran itu antara lain penerapan standar protokol kesehatan secara konsisten, pembatasan kunjungan masuk hingga 50 persen, dan pembatasan jam operasional kecuali bidang akomodasi.

Sebelum berkunjung, wisatawan disarankan melakukan reservasi terlebih dulu lewat aplikasi Visiting Jogja. Pengelola obwis juga diminta melakukan skrining wisatawan dengan menunjukkan surat hasil rapid test antigen.

Menyikapi kebijakan PPKM ini, Ketua Perhimpunan Hotel dan Restoran (PHRI) DIY Deddy Pranowo Eryono menyatakan sepakat. Namun di lain sisi, pemerintah diminta untuk memperhatikan keberlangsungan usaha. Semisal dengan memberikan relaksasi.”Setidaknya agar kami bisa bertahan. Kondisi kami saat ini sudah tercekik,” katanya.

Dia mengungkapkan, setelah adanya pengumuman PPKM, banyak tamu yang membatalkan reservasi. Sampai saat ini sudah sekitar 30 persen yang menyatalkan batal. Kebanyakan adalah wisatawan luar daerah, sedangkan tamu yang berasal dari lingkup DIY masih bertahan.Menurut Deddy, kondisi ini menjadi pukulan telak bagi sektor usaha hotel dan restoran.

“Sudah hampir 10 bulan pandemi berlangsung. Tinggal 189 hotel dan restoran yang masih bisa beroperasi, itupun kondisinya terengah-engah,” katanya.

Pos terkait

Tinggalkan Balasan