Desember, MKNU Digelar Maraton

KEBUMEN, SM Network – Desember mendatang akan digelar Madrasah Kader Nahdlatul Ulama (MKNU) secara maraton. Gelaran yang rencananya dibagi sekitar delapan gelombang itu dilaksanakan tanpa henti selama sebulan penuh.

Hal itu disampaikan Ketua Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (Lakpesdam) Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kebumen, Gus Wahyu NH Aly, Kamis (19/11). Dikatakan Gus Wahyu, MKNU merupakan pengkaderan yang wajib diikuti oleh calon pengurus NU di semua jenjang tingkatan (Ranting, MWC, PC, PW, PB) dan pengajar (dosen/guru) di lingkungan NU.

Hal ini merujuk pada Surat Edaran (SE) Kaderisasi tertanggal 10 April 2018 dengan nomor 1927/C.I.34/04/2018. SE tersebut merupakan penjelasan peraturan organisasi (PO) hasil Musyawarah Nasional (Munas) NU di NTB Tahun 2017. Juga sebagai penegas dari Anggaran Dasar dan Anggaran Rumah Tangga (AD/ART) NU, Bab XIII “Syarat Menjadi Pengurus”Pasal 39 Ayat (8).

“Jadi jangan dilewatkan kesempatan baik ini, terutama bagi yang belum mengikuti MKNU,” kata Gus Wahyu. Dikatakan, dalam gelaran tersebut setiap gelombangnya berlangsung tiga hari dan berlanjut ke gelombang berikutnya hingga delapan.

Lebih lanjut, dengan mengikuti MKNU diharapkan memperkuat ke-NU-an pengurus dari tingkat PC, MWC hingga ranting, serta mempertegas ke-NU-an kalangan dosen dan guru. Gus Wahyu mengungkapkan masih banyak pengurus dan pendidik di kalangan NU Kebumen yang belum jelas dalam ber-NU. Indikasinya masih banyak yang belum mengikuti MKNU. Mereka tersebar hingga ranting-ranting. Selain itu terdapat di sejumlah lembaga naungan NU.

“Dengan demikian, melalui MKNU ini, akan tampak, mana yang serius ber-NU dan mana yang bisa jadi hanya mengatasnamakan NU,” tegas cucu KH Abdullah Siradj Aly yang ditemui di kantor Lakpesdam PCNU Kebumen itu.

Keikutsertaan dalam MKNU pun menjadi kebanggaan tersendiri. Sebab, serifikatnya dikeluarkan langsung oleh PBNU yang ditandatangi Rois Aam PBNU, Katib Aam PBNU, Ketua Umum PBNU dan Sekjend PBNU. “Tentunya sertifikat itu bagi peserta MKNU yang lulus. Dan hanya melalui MKNU bisa mendapatkan sertifikat yang ditandatangi oleh seluruh pucuk pimpinan PBNU,” jelasnya.

Tinggalkan Balasan