Desa Wisata Paling Cepat Buka Agustus

SLEMAN, SM Network – Desa wisata di Kabupaten Sleman mulai bersiap menghadapi new normal. Kendati demikian, para pengelola desa wisata sepakat untuk tidak terburu-buru kembali beroperasi.

Destinasi desa wisata dibuka paling cepat pada Agustus mendatang. “Kami minta agar desa wisata dibuka yang terakhir setelah industri pariwisata lainnya beroperasi. Sebab, banyak yang butuh disiapkan termasuk model reservasi grup yang tepat untuk diterapkan,” ungkap Ketua Forkom Desa Wisata Sleman Doto Yogantoro ditemui, Jumat (19/6).

Saat ini, di Sleman ada kurang lebih 50 desa wisata mulai dari kelas tumbuh, berkembang hingga mandiri. Namun hanya sekitar 20 desa wisata yang siap menerima tamu. Pandemi Covid-19 menjadi pukulan berat bagi pengelola desa wisata.
Sejak pertengahan Maret lalu, mereka sudah tidak menerima tamu. Tiap desa wisata mengalami kerugian rata-rata berkisar Rp 200 juta hingga Rp 1 miliar.

Ketika beroperasi di masa new normal nantinya, tarif kunjungan juga akan berubah karena jumlah pengunjung turut dibatasi. Kenaikan tarif di kisaran Rp 50.000-Rp 100.000.
“Soal tanggap darurat, kami ikut saja kebijakan pemerintah. Kalau tidak diperpanjang, nanti akan dilakukan simulasi ulang,” ujar Doto yang juga pengelola desa wisata Pentingsari.
Untuk antisipasi sebaran Covid-19, sarana pendukung protokol seperti wastafel dan masker juga telah disiapkan.

Hampir semua desa wisata juga sepakat tidak menerima pendaftaran tamu secara on the spot melainkan reservasi supaya lebih mudah mengontrol. Sistem pembayaran pun diarahkan ke non tunai. Sementara untuk atraksi, belum akan dikonsep untuk kegiatan massal. Per atraksi dibatasi hanya untuk 5 orang tamu dan satu pemandu.

Masa selama tidak beroperasi digunakan oleh pengelola untuk menata lokasi, dan rutin melakukan penyemprotan disinfektan. Lantaran tidak ada aktivitas, warga yang biasanya bekerja di desa wisata beralih pekerjaan. Kebanyakan memilih bantir stir menjadi petani dan tukang bangunan.

Untuk mengecek kesiapan menghadapi situasi new normal, Bupati Sleman dan jajarannya telah melakukan simulasi ke sejumlah destinasi wisata. Pekan lalu, simulasi menyasar objek wisata di kawasan timur Sleman yakni Tebing Breksi dan Candi Ijo. Kali ini, sasarannya adalah objek di wilayah utara Sleman yaitu Merapi Park dan desa wisata Pentingsari.
“Rata-rata pengelola tempat wisata sudah sadar protokol kesehatan,” tukasnya.


Amelia Hapsari

Tinggalkan Balasan