SM/dok - PERALATAN: Penyerahan bantuan peralatan protokol kesehatan dari KKN-PPM UII Yogyakarta untuk Desa Wisata Benowo, Kecamatan Bener, Purworejo, Senin (24/8).

PURWOREJO, SM Network – Memasuki adaptasi kebiasaan baru pariwisata di masa pandemi Covid-19, Desa Wisata Benowo, Kecamatan Bener, Purworejo telah berbenah. Pengelolaan desa wisata ini mengacu pada standar operasional prosedur (SOP) yang telah ditetapkan oleh pemerintah dalam menyambut pembukaan kembali kunjungan wisatawan.

Penerapan protokol kesehatan di Desa Wisata Benowo diperkuat dengan berlangsungnya Kuliah Kerja Nyata-Pembelajaran Pemberdayaan Masyarakat (KKN-PPM) yang dilakukan oleh Universitas Islam Indonesia (UII) Yogyakarta. Dalam pelaksanaan kegiatan KKN-PPM UII Yogyakarta, tersebut juga disampaikan bantuan sejumlah sarana pendukung dibukanya kembali Desa Wisata Benowo.

“Berbagai perlengkapan protokol kesehatan tersebut diantaranya adalah alat pengukur suhu, hand sanitizer, tempat cuci tangan, dan alat penyemprot disentifektan,” ungkap Dosen Pembimbing Lapangan KKN-PPM UII Yogyakarta di Desa Wisata Benowo, Dr Unggul Priyadi, saat penyerahan peralatan tersebut, Senin (24/8).

Unggul Priyadi menyatakan bahwa penyerahan bantuan peralatan penerapan adaptasi kebiasaan baru tersebut atas dukungan dari Kemenristekdikti melalui KKN PPM dalam pengembangan wisata di Desa Benowo tahun 2020. Selain itu, mahasiswa juga akan membantu dalam pembuatan profil desa, masterplan pengembangan desa wisata dalam bentuk 3D, pembuatan media pemasaran dan iklan, serta pembuatan struktur organisasi desa wisata.

“Dengan harapan supaya Desa Wisata Benowo dapat kembali bangkit, semakin berkembang dan menjadi wisata andalan di Kabupaten Purworejo,” katanya.

Sekretaris Desa Benowo, Khamid,menyampaikan terima kasih atas bantuan perlengkapan protokol kesehatan tersebut. Ia juga mengungkapkan berbagai potensi objek wisata yang dimiliki Desa Benowo. Antara lain curug Benowo, objek pemandangan di Gunung Kunir dengan menikmati matahari terbenam dan matahari terbit (sun set dan sun rise), wisata religi makam Pangeran Benowo, serta komoditas kopi dan cengkeh.

“Dengan adanya KKN PPM UII diharapkan dapat membantu mengatasi permasalahan yang dihadapi dalam pengembangan wisata di Desa Benowo, juga membantu pengenalan produk sehingga semakin terkenal dan diminiati berbagai konsumen di berbagai daerah,” imbuhnya.


Panuju Triangga

5 KOMENTAR

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here