Denda Pelanggar Prokes Capi 50 Juta

WONOSOBO, SM Network – Denda bagi pelanggar Protokol Kesehatan (Prokes) di Kabupaten Wonosobo hingga bulan Februari capai Rp 50 juta. Hal itu diungkapkan Kepala Satpol PP Wonosobo, Haryono saat ditemui, Selasa (23/2).

Menurutnya, selama pandemi Covid-19 sejak bulan Maret 2020 hingga Februari 2021, di Kabupaten Wonosobo terdapat 16 ribu lebih pelanggaran penerapan Prokes Covid-19 yang dilakukan warga. Operasi penegakan Prokes memang gencar dilakukan untuk memutus mata rantai penyebaran Covid-19 yang hingga kini masih merebak.

”Denda yang dikumpulkan dari para pelanggar Prokes Covid-19 sudah mencapai Rp 50 juta. Denda pembayaran uang diberlakukan sejak September 2020 hingga Februari 2021 ini,” ujarnya.

Haryono mengatakan, denda bagi pelanggar penerapan disiplin Prokes Covid-19, berupa denda sosial dan pembayaran uang. Denda sanksi sosial, pelanggar diminta membersihkan lingkungan, disita identitas diri, menyanyikan lagu-lagu Nasional dan menghafalkan teks Pancasila.

”Denda penyetoran uang sebesar Rp 50 ribu per orang, diberlakukan jika yang bersangkutan tidak mau melaksanakan sanksi sosial. Dana yang terkumpul, lalu diserahkan ke Kas Daerah di DPPKAD Wonosobo,” sebut dia.

Sementara itu, bagi warga yang disita identitas dirinya, seperti KTP, SIM, Kartu Pelajar/Mahasiswa, imbuh Haryono, diminta mengambil di Kantor Satpol PP. Saat mengambil kartu identitas diri itu, para pelanggar disiplin prokes covid-19, diberi pembinaan terkait penerapan 3M terlebih dahulu.

Dikatakan pejabat yang juga menjadi Plt Kepala DPPKBPPPA Wonosobo itu, gerakan 3M wajib dilakukan warga, selama pandemi Covid-19 masih berlangsung. Hal itu untuk mencegah penularan dan penyebaran virus corona.

”Warga harus disiplin memakai masker jika beraktivitas di luar rumah. Rajin mencuci tangan dengan sabun di air mengalir. Selalu menjaga jarak aman dengan sesama, dan menghindari keramaian atau kerumunan,” ajaknya.

Haryono menyebut, pihaknya melakukan operasi yustisi disiplin penerapan Prokes Covid-19 selama empat kali dalam sepekan. Operasi bisa dilakukan secara terpadu maupun mandiri. Operasi 3M digelar pagi, siang, sore dan malam hari, sesuai jadwal yang ada.

”Operasi gabungan maupun mandiri tetap digalakkan, guna menekan penularan dan penyebaran Covid-19 di masyarakat. Juga sebagai penerapan Perbup Wonosobo No 47 tahun 2020 perihal Adaptasi Kehidupan Baru (AKB) bagi warga,” pungkasnya.

Tinggalkan Balasan