SM/Dananjoyo : Mahasiswa Pertanian yang mengatasnamakan KOMAR (Koalisi Mahasiswa Pertanian) melakukan aksi demo menolak adanya rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk mengimpor beras, di Jalan Padjajaran, Sleman, DI YOgyakarta, Senin (22/3).

JOGJAKARTA, SM Network – Mahasiswa yang tergabung dalam Koalisi Mahasiswa Pertanian (Komar) Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Veteran Yogyakarta, melakukan aksi demonstrasi di simpang empat yang berdekatan dengan kampus mereka, di Jalan Padjajaran, Depok, Sleman, DI Yogyakarta, Senin (22/3)

Mereka menolak kebijakan impor 1 juta ton Beras yang digulirkan oleh pemerintah.

Ahmad Rizki Dwi Chandra, juru Bicara aksi, mengatakan, pihaknya menolak rencana impor 1 Juta ton beras oleh Kementerian Perdagangan, sebab dalam undang-undang nomor 18/2012 menyebutkan, pemerintah harus mengutamakan produksi pangan dalam negeri untuk pemenuhan kebutuhan konsumsi pangan.

SM/Dananjoyo : Mahasiswa Pertanian yang mengatasnamakan KOMAR (Koalisi Mahasiswa Pertanian) melakukan aksi demo menolak adanya rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk mengimpor beras, di Jalan Padjajaran, Sleman, DI YOgyakarta, Senin (22/3).

Menurutnya apa yang terjadi saat ini berbanding terbalik. Pemerintah justru merencanakan impor beras, padahal Bulog telah menyampaikan produksi beras di dalam negeri surplus.

“Ini tanda tanya besar. Karena itu, kami melakukan aksi,” kata Rizki, disela aksi, Senin (22/3).

Rencana impor 1 juta beras di tengah masa panen raya padi yang akan terjadi antara bulan Maret hingga April secara kasat mata akan merugikan petani. Harga dan permintaan beras di masyarakat akan turun.

Mereka menilai, saat ini petani sudah sengsara terlebih dengan adanya pandemi corona (Covid-19). Sekarang mau ditabrak dengan adanya rencana impor beras.

SM/Dananjoyo : Mahasiswa Pertanian yang mengatasnamakan KOMAR (Koalisi Mahasiswa Pertanian) melakukan aksi demo menolak adanya rencana pemerintah melalui Kementerian Perdagangan untuk mengimpor beras, di Jalan Padjajaran, Sleman, DI YOgyakarta, Senin (22/3).

Massa datang ke simpang empat dengan long march, membawa spanduk berisi tuntutan kepada pemerintah untuk tidak melakukan impor beras, wujudkan kedaulatan pangan, tangkap dan adili mafia pangan di balik rencana impor beras, tingkatkan dan perhatikan kesejahteraan petani, serta tuntaskan reformasi agraria.

Mereka berjanji akan melakukan aksi lanjutan dengan aliansi yang lebih besar, apabila Pemerintah tetap melanjutkan impor beras.

Aksi puluhan mahasiswa Pertanian tersebut berlangsung damai. Aparat Kepolisian terlihat berjaga-jaga dan mengamankan jalannya aksi dan lalu lintas dilokasi tetap berjalan lancar.