David Jacobs Ladeni Dua Atlet Muda Wonosobo

WONOSOBO, SM Network – David Jacobs, atlet tenis meja nasional penyandang disabilitas meladeni dua atlet muda Wonodobo dalam road show challenge di lapangan tenis meja komplek Gedung Partai Golkar, Senin (10/8), sore.

Sebelumnya, peraih mendali emas dalam ajang Para Findlan Open 2019 itu, melakukan hal yang sama di Banjarnegara. Challenge tenis meja dengan pemain lokal tersebut sebagai ajang untuk melatih talenta muda dan berbagi pengalaman bersama atlet pingpong di daerah.

Di Wonosobo, pemilik nama lengap Dian David Michael Jacobs itu, tanding bersama Hary Widodo dan Navis Choirul Amrizal. Hary adalah peraih juara 1 Popnas dan Navis peraih perunggu event Pra Pon Jateng. Keduanya merupakan atlet muda tenis meja andalan Wonosobo.

David mengatakan di masa pandemi global Covid-19 ini, atlet muda tenis meja harus tetap rutin dan displin dalam berlatih. Latihan dilakukan guna menjaga fisik agar tetap prima dan tehnik bermain ping pong terus terasah.

“Jika sampai libur latihan bisa menurunkan stamina dan tehnik bermain tenis meja jadi tidak berkembang. Saya datang ke Wonosobo melakukan challenge dalam rangka memotivasi dan berbagi pengalaman pada pemain tenis meja di daerah,” katanya.

Di lapangan tenis meja komplek Gedung Golkar, atlet kelahiran Makasar Sulawesi itu, bermain dua kali bersama Navis dan Hary, masing-masing tiga set langsung. Sejumlah Pengurus PTMSI, klub tenis meja dan pelatih lokal ikut menyaksikan pertandingan tersebut.

Saat main lawan Navis, meski sudah dikasih bonus skor 5, David dengan mudah mampu mengalahkan Navis tiga set sekaligus. Skor yang dapat David, 11-9, 11-8 dan 13-11. Beberapa kesalahan smash dilakukan Navis meski tak jarang smashnya juga tak bisa dihalau David.

Sementara itu, kala main bersama Hary, skor akhir 11-9, 15-13 dan 11-7 untuk kemenangan David. Skor awal Hary sudah diberi bonus 4 nilai. Meski menang dua kali berturut-turut, David harus bermain keras dan kerap melancarkan smash mematikan.

Ketua PTMSI Wonosobo Wong Keiw Wa mengatakan dengan mendatangkan atlet nasional tenis meja diharapkan bisa memicu anak-anak Wonosobo bisa berprestasi di ajang yang lebih tinggi. Atlet lokal bisa belajar langsung dari David yang sudah beberapa kali menjuarai event tenis meja internasional itu.

Wonosobo memang belum punya stadion khusus tenis meja. Tapi semangat dan pembinaan atlet-atlet muda tetap berjalan. Mereka berlatih secara mandiri melalui klub-klub tenis meja yang ada. Mudah-mudahan ke depan atlet tenis meja Wonosobo bisa berkiprah di ajang nasional dan bahkan internasional,” harapnya.


Dib

Tinggalkan Balasan