Data Tak Jelas, Dinsos, BPS Dan Pemdes Saling Tuding Kesalahan

WONOSOBO, SM Network – Data penerima bantuan sosial (Bansos) menjadi perbincangan hangat di tengah masyarakat. Pasalnya, banyak masyarakat yang dinilai sudah mampu masih mendapat bansos tersebut. Polemik bansos tidak hanya terjadi di lapangan. Saat pembahasan pendataan, antar lembaga justru saling lempar tanggung jawab. Pemandangan itu terjadi saat rapat dengar pendapat di gedung Banggar DPRD Kabupaten Wonosobo, Senin (18/5).

Rapat yang diinisiasi Komisi A DPRD itu diikuti Eksekutif terkait semrawutnya pemberian dana bantuan terhadap masyarakat. Dari ketiga lembaga pemerintahan yang diundang dalam rapat yaitu, Pemerintahan Desa, Dinas Sosial (Dinsos), dan Badan Pusat Statistik (BPS), justru saling lempar kesalahan saat dimintai keterangan.

“Kita sebenarnya ingin mengevaluasi secara menyeluruh terkait data ini. Kan bisa lihat sendiri. Banyak keluhan dimana mana, ini jadi PR serius buat kita. Kalau ini tidak segera dibereskan, ya akan kembali seperti ini,” terang Ketua Komisi A, Suwondo Yudhistiro saat ditemui seusai rapat. Dirinya menjelaskan bahwa dalam situasi seperti ini, antar instansi harus saling bertanggungjawab. Dengan tidak melempar kesalahan terhadap salah satu instansi. Namun menurutnya terkait bantuan yang turun dari Kementrian sosial, BPS selaku penyaji data awal harus bisa bertanggungjawab.

Hal itu berkaitan dengan petugas yang melakukan pencacahan dilapangan. “Jangan sampai orang yang melakukan pencacahan dilapangan ini orang dari luar desa. Yang tidak tahu menahu soal kondisi sosial masyarakat di daerah tersebut,” terangnya. Oleh karena itu, pendataan yang dilakukan harus saling berkoordinasi antar satu instansi dengan instasi yang lain. Seperti Dinas Sosial dalam hal ini terus melakukan pendampingan terhadap jalannya proses pendataan dilapangan. Terlebih pengawalan itu wajid dilakukan saat ada Verifikasi Validasi (Verval) yang telah dijadwalkab oleh Dinsos.

“Verval itu seharusnya sudah dilakukan secara periodik. Maka seharusnya Pemkab melakukan pendampingan itu secara kontinyu,” jelasnya. Sebab hingga saat ini, dari 265 desa yang ada di Kabupaten Wonosobo, baru sekitar 138 desa yang telah melakukan verval. Artinya selama ini, pendampingan verval tidak berjalan dengan baik. Menanggapi permalahan itu, Plt Kepala Dinsos, Tarjo menampik hal tersebut. Pihaknya mengaku bahwa penekan terhadap desa untuk segera menyelesaikan verval terus dilakukan. Terlebih bantuan yang akan diterima masyarakat itu berasal dari berbagai sumber. Antara lain ada dari BPNT reguler itu 76.525 berjalan lancar.

BPNT perluasan yang masih diproses sekitar 10.409. Ada BST senilai Rp 600 ribu yang diberikan pada 27.214 penerima. “Yang pendataan BTS dari Kemensos ini dianggap tidak valid karena menggunakan data tahun 2015. Tadi saya sampaikan ada yang sudah verval, ada yang sudah jadi tapi belum masuk server. Dan ada yang belum selesai,” katanya. Ketua Paguyuban Kepala Desa dan Kelurahan Se Kabupaten Wonosobo (PKKW), Bambang Purwoko yang ikut dalam rapat tersebut mengaku tidak terima tudingan data yang karut marut akibat pendataan yang salah dari desa.

Dirinya mengatakan, justru tidak ada koordinasi antara BPS dan pemerintah desa sehingga data BPS tidak akurat. “Petugas pencacah lapangan tidak koordinasi dengan desa. Kami yang di desa yang tahu persis kondisi warga kami. Seharusnya petugas yang diterjunkan berasal dari warga desa, supaya tahu mana yang benar-benar miskin mana yang tidak,” tandasnya. Bambang menambahkan, desa telah melakukan verval dalam beberapa tahun ini. Menurutnya kesalahan yang terjadi dalam pendataan itu diakui karena tidak adanya koordinasi antar instansi. Sehingga banyak dari mereka yang berjalan sendiri sendiri.


Adib Annas M

6 Komentar

  1. Like!! Great article post.Really thank you! Really Cool.

  2. Hi there, after reading this amazing paragraph i am as well delighted to share my knowledge here with friends.

  3. Very good article! We are linking to this particularly great content on our site. Keep up the great writing.

  4. 739075 1676This article gives the light in which we can observe the reality. This is very good 1 and gives in-depth details. Thanks for this good article. 98331

Tinggalkan Balasan