Dandim Wonosobo Panen Stroberi

WONOSOBO, SM Network – Dalam rangka mewujudkan kemanunggalan TNI dan merekatkan hubungan kepada masyarakat Komandan Kodim 0707 Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat laksanakan panen stroberi di Desa Igirmranak Kecamatan Kejajar. Dandim bersama rombongan Kodim 0707 Wonosobo turun langsung ke lahan pertanian bersama melihat proses sekaligus melakukan pemanenan stroberi (9/9).

Dilokasi Dandim langsung memetik dan mencicipi stroberi tersebut. Menurut Dandim, buah stroberi yang ada di Desa Igirmranak memiliki karakteristik yang berbeda daripada buah stroberi pada umumnya. ” Buahnya lebih besar, lebih manis dan warna lebih cerah. Ini pasti karena didukung oleh kondisi alam yang ada dan perawatan yang sangat baik,” kata Dandim.

SM/dok – PANEN : Komandan Kodim 0707 Wonosobo Letkol Czi Wiwid Wahyu Hidayat melakukan panen stroberi di Desa Igirmranak.

Dandim mengatakan bahwa tanaman stroberi memiliki potensi untuk dikolaborasikan dengan potensi desa yang ada. Salah satunya dapat dikombinasikan dengan desa wisata yang ada. Tanaman yang kurang produktif dapat diganti dengan tanaman baru seperti buah anggur, apel, klengkeng, dan buah lainnya yang terbukti cocok dengan kondisi alam di Desa Igirmranak.

” Penggantian tanaman yang kurang produktif menjadi salah satu inovasi bagi petani. Jika dikombinasikan dengan wisata akan memiliki nilai jual tersendiri. Contohnya seperti pemetikan langsung oleh wisatawan,” ujarnya.

Sementara Ahmad Masud selaku pengelola lahan merasa bangga adanya Dandim yang terjun langsung ke lahan petani untuk ikut melaksanakan panen stroberi di lahannya. ” Saya merasa bangga Dandim ikut terjun langsung di lahan dan memberikan masukan kepada petani untuk lebih inovatif di sektor pengembangan pertanian,” kata Ahmad Masud yang sering disapa Anak Lanang itu.

Menurut Ahmad, jenis stoberi yang ditanam dilahannya terdapat tiga jenis jenis yaitu california, fresca, red australia. Ketiga jenis ini mempunyai ciri tersendiri. Dijelaskan, jenis california memiliki karakteristik tanaman stroberi yang mudah berbuah, lebat, dan mudah menyesuaikan suhu lingkungan. Jenis Fresca keunggulannya rasa lebih manis, buah berbentuk agak bulat (love), warna pink jika belum matang sempurna, serta tekstur lebih lembut.

” Sedangkan jenis Red Australia keunggulannya adalah bentuk cantik (sempruna bentuk strobery), lebih panjang, rasa manis serta lembut,” ungkap Ahmad.

Strobery bisa panen dari bibit dalam waktu dua minggu sudah berbuah. Semakin lama semakin banyak buah yang dihasilkan. Panen yang ideal adalah setiap tiga hari sekali. Dikatakan Ahmad, perawatan stroberi lebih mudah daripada melakukan perawatan sayur pada umumnya pasalnya harga stabil, perawatan mudah, lebih tahan terhadap penyakit bila dibandingkan dengan menanam sayur.

” Sekali tanam bisa panen berulang kali dalam kurun waktu tidak tentu yang penting adalah perawatan secara intensif. Dan buah strobery tidak mengenal musim saat panennya. Yang lebih menggiurkan harga 1 kg strobery diambil pedagang 50.000/kg untuk ukuran besar kecil sedangkan yang besar – besar (super) 70.000 – 75.000/Kg,” ungkap Ahmad.

Dalam kesempatan tersebut Dandim juga memesan 500 polybag tanaman strobery yang akan dibawa ke Bandung. ” Terimakasih Pak Dandim yang secara tidak langsung turut mempromosikan pertanian di desa ini,” pugkas Ahmad.

Tinggalkan Balasan