Dana TMMD Kulonprogo Capai Lebih dari Rp 1 M

KULONPROGO, SM Network – Mulai pertengahan Maret ini, tepatnya awal pekan depan (16/3), Komando Distrik Militer (Kodim) 0731/Kulonprogo kebagian menggelar TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD). Program TMMD yang masuk dalam kategori reguler ini tak tanggung-tanggung akan menghabiskan anggaran lebih dari Rp 1 miliar.

“Anggarannya memang cukup besar dan mungkin kami terbesar di wilayah Korem 072/Pamungkas untuk TMMD kali ini,” kata Komandan Kodim (Dandim) 0731/Kulonprogo Letkol Inf Dodit Susanto saat coffee morning bersama awak media dan instansi terkait di aula Makodim Kulonprogo, Selasa (10/3).

Dodit menyebutkan, secara riil anggaran TMMD kali ini mencapai Rp 1.018.2455.100 yang diambilkan dari beberapa pos anggaran. Seperti APBD Provinsi DIY sebesar Rp 125 juta, APBD Kulonprogo Rp 800 juta, APBDesa Rp 93.245.100, dan swadaya masyarakat Rp 292.774.268.

“Jumlahnya sangat besar dan ini RAB sudah dihitung secara cermat dan teliti karena kami tak ingin setelah TMMD selesai nanti ada anggota yang diperiksa KPK,” ungkapnya.

Besarnya anggaran TMMD ini, ungkap Dodit, tak terlepas dari cukup banyaknya sasaran baik fisik dan nonfisik yang akan dilakukan selama gelaran program selama satu bulan dan berakhir 14 April mendatang. Dipusatkan di Kelurahan (Desa) Purwosari,  Kapanewon (Kecamatan) Girimulyo untuk sasaran fisiknya seperti pengecoran dan pengeblokan jalan di Pedukuhan Prangkokkan sejauh 1.065 meter, lalu kegiatan yang sama di Pedukuhan Wonosari dengan panjang 950 meter. Kemudian pembuatan jembatan Prangkokkan, gorong-gorong, pembutan lima unit talud, renovasi rumah, dan pembuatan saluran air bersih.

“Belum lagi sejumlah program nonfisik lainnya yang lebih pada penyuluhan untuk masyarakat sekitar,”imbuhnya.

Lebih lanjut Dodit menambahkan, saat ini Pra TMMD sudah dilakukan. Salah satunya dengan pembuatan talud. Sayang, meski sudah selesai lebih dair 50 persen, namun talud yang sudah hampir selesai itu ludes separuhnya karena guyuran hujan seharian penuh beberapa hari lalu.

“Kami tak ingin menyalahkan alam, tinggal bagaimana penyikapannya agar tidak menggangu aktivitas warga. Makanya kami langsung koordinasi dengan BPBD setempat dimana sementara sudah dibuatkan talud darurat dengan batang-batang bambu. Terpenting tujuan TMMD itu bagaimana sinergitas antarinstansi bisa terjadi termasuk dengan masyarakat untuk sama-sama mengatasi kesulitan yang dialami masyarakat,” tandas Dandim.


Gading Persada

Tinggalkan Balasan