Dampak Korona: Kondisi Ekonomi Purworejo Melemah

PURWOREJO, SM Network – Dampak Pandemi Covid-19 berakibat pada melemahnya perekonomian daerah. Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Purworejo bahkan turun 38% dari kondisi normal, sejak diterapkanya masa tanggap darurat, oleh bupati.

Sekretaris Daerah Kabupaten Purworejo, Said Romadhon, mengungkapkan, penurunan PAD ini disebabkan oleh aktivitas usaha yang hampir lumpuh karena Pandemi Covid-19. Seluruh tempat wisata ditutup, pasar dan parkor sepi, dan tidak adanya pendapatan dari pajak hotel menurun, pajak iklan dan keramaian justru nihil.

Sekda Kabupaten Purworejo, Said Romadhon

Kendati demikian, kata Said Romadhon, pemerintah daerah tidak dapat berbuat banyak. Eksekutif bersama DPRD setempat bahkan belum menemukan skema yang tepat untuk mengkover Pandemi Covid-19, khususnya jika musibah ini berkepanjangan.

“Kami bersama DPRD sudah mengalikasikan Rp 36 Miliar untuk menangani Covid-19. Jika (Pandemi Covid-19) ini berkepanjangan, tentu kami harus mencari skema untuk mengamankan rakyat,” kata Squd Romadhon, usai rapat bersama Banggar di Sekretariat DPRD setempat, Senin (06/04/2020).

Hambatan utama dalam penanganan Covid-19 ini, ujar Said Romadhon, yakni pada penganggaran. Menurutnya daerah memiliki kemampuan keuangan yang terbatas. Pasalnya anggaran Rp 36 M tersebut belum termasuk biaya jaring pengaman sosial bagi masyarakat terdampak Covid-19.

Padahal, apabila diterapkan Pembatasan Sosial Skala Besar (PSSB) dilakukan, pemerintah wajib menjamin kebutuhan dasar masyarakat. Namun, menurut Said Romadhon, pemerintah daerah belum memiliki rencana untuk menerapkan kebijakan PSSB.

Untuk sementara ini, lanjut Said Romadhon, pihaknya baru membuka posko gabungan di tiga titik jalur masuk wilayah. Meliputi, jalur Utara (arah Magelang) di Kecamatan Bener, jalur Barat (arah Kebumen) di SAC Butuh, dan dari arah Jogjakarta di Pasar Krendetan. Pengawasan pemudik ini menyusul perkiraan pemudik yang dapat melebihi empat belas ribu orang hingga lebaran nanti.

“Posko ini untuk mengantisipasi para pemudik, jadi pemudik kita periksa dulu sebelum memasuki wilayah Purworeji, kemudian mereka hadus mengisolasi diri selama empat belas hari dirumah masing-masing. Apabila ada prmudik yang dalam kondisi demam, maka akan ditangani puskesmas atau rumahsakit,” ujarnya.


Heru Prayogo/Kim

1 Komentar

  1. 286492 599751Hi there, just became aware of your blog via Google, and located that its truly informative. Ill be grateful in case you continue this in future. Lots of folks will benefit from your writing. Cheers! 171463

Tinggalkan Balasan