Dampak Korona, Aktivitas Jual Beli Turun Drastis

MAGELANG, SM Network – Roda perokonomian rakyat di Kota Magelang mulai tedampak adanya pandemi virus korona (Covid-19). Sejumlah simpul ekonomi terlihat penurunan aktivitas jual beli, seperti di pasar tradisional, kawasan pertokoan, dan pusat kuliner.

Seperti terlihat di kawasan Pasar Rejowinangun Kota Magelang. Sejumlah kios tutup dan lalu lalang pengunjung/pembeli pun tak seramai biasanya. Bahkan, imbasnya pada transaksi yang merosot cukup tajam.

Kepala UPT Pasar Rejowinangun Kota Magelang, Agus Budi Setianto mengatakan, sejak 4-5 hari lalu kondisi pasar tradisional dengan fisik megah ini mulai ada penurunan pengunjung. Sejumlah lorong terlihat sepi dari aktivitas baik pedagang maupun pembeli.

“Pedagang yang tidak jualan sih hanya sekitar 35 persen saja. Tapi, kondisi pasar tidak seramai biasanya. Paling banyak kios kain dan pakaian yang tidak jualan. Imbas sepinya pasar pada transaksi yang merosot hingga 90 persen,” ujarnya saat ditemui di Pasar Rejowinangun, Jumat (27/3).

Dia menuturkan, sempat ada isu pasar tradisional ditutup total karena untuk mencegah penyebaran virus korona. Namun, isu itu dikatakannya tidak benar, karena Pemkot Magelang tidak pernah mengeluarkan kebijakan penutupan terhadap pasar tradisional.

“Pasar tradisional tetap buka. Sebagai upaya pencegahan, sudah kita tempatkan tempat mencuci tangan beserta sabun di titik-titik strategis. Kita juga bekerja sama dengan PMI untuk pembagian 500 botol antiseptik kepada pedagang,” katanya.

Sepinya pasar ini, kata Agus, berdampak pula pada retribusi harian dari pedagang. Terlebih, retribusi masih bersifat manual, sehingga yang kiosnya buka saja yang di hari itu bisa ditarik retribusinya. Namun, pihaknya memahami yang dialami pedagang saat ini.

“Maka, kami akan rapat dengan BPKAD (Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah) terkait retribusi ini. Barangkali nanti dikaji kemungkinan pengurangan retribusi, karena melihat omset pedagang juga menurun drastis,” jelasnya.

Penurunan aktivitas jual beli juga terlihat di pusat kuliner Tuin Van Java (TVJ) Alun-alun Kota Magelang. Banyak pedagang yang meliburkan diri tidak berjualan, mengingat tingkat kunjungan juga menurun drastis.

“Kalau di siang hari masih mending, ada 50-an persen yang jualan dari total sekitar 71 pedagang. Sementara di malam hari lebih sepi lagi, karena yang jualan hanya 20-30 persen dari total 71 pedagang,” ungkap Ketua Paguyuban Pusat Kuliner TVJ, Sugiarto.

Menurutnya, penurunan ini memang diakibatkan oleh pandemi virus korona sejak beberapa waktu lalu. Banyak pedagang yang tidak jualan, mengingat penghasilan yang didapat lebih kecil dari pengeluaran.

“Banyak yang tidak balik modal harian, sehingga memilih tutup saja. Ada yang masih bertahan, karena memang menggantungkan hidupnya di TVJ ini,” paparnya yang berharap virus korona segera musnah, sehingga aktivitas jual beli bisa kembali normal.


Asef Amani

Tinggalkan Balasan