Sm/Doc

MUNGKID, SM Network – Akibat mewabahnya virus corona banyak warga yang berdiam diri di rumah, hal tersebut menyebabkan volume sampah di Kabupaten Magelang berkurang. Hal tersebut disebabkan karena penyumbang sampah terbesar yakni hotel, restoran serta rumah makan banyak yang tutup.

Kepala Bidang Kebersihan dan Pertamanan Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Magelang Urip Raharto, mengatakan bahwa volume sampah di Kabupaten Magelang justru mengalami penurunan. Penurunan ini, menurut Urip, karena berkurangnya aktivitas masyarakat, Selasa (31/3).

“Hasil wawancara dengan petugas di lapangan, timbunan sampah malah sedikit berkurang. Jadi utamanya hotel dan restoran menyusut, dan sampah rumah tangga tetap. Ya penurunan kurang lebih sekitar 10 persen. Biasanya volume sampah normal dengan kategori tolak ukur TPA sekitar 70 ton setiap hari,” jelas Urip.

Menurutnya turunnya volume sampah dimunginkan karena aktivitas warga rendah, dan juga domestik penyumbang sampah menurun. “Sampah dari warung-warung makan juga berkurang karena penyumbang sampah berkurang. Artinya signifikan turunnya. Untuk pasar, volume sampah tetap karena masih aktivitas,” tambahnya.

Urip juga menjelaskan, ada dua TPA yang masih mampu menampung pembuangan sampah di Kabupaten Magelang yakni TPA Pasuruhan dengan luas 1,8 hektar dan TPA Klegen Grabag dengan luas 6.000 meter. “Terlebih saat ini ada 667 unit bank sampah se-Kabupaten Magelang sebagai pemilah sampah sebelum masuk ke TPA,” terangnya.

Sementara itu, Kepala UPTD Pengelolaan Sampah DLH Kabupaten Magelang, Irhamni Noor Syarif, memaparkan bahwa banyaknya warga di rumah secara teori volume sampah akan naik karena tidak ada aktivitas sekolah, dan tidak bekerja.

Namun demikian, menurut Irhamni, banyaknya restoran, rumah makan, tempat wisata serta Mall tutup memungkinkan jumlah sampah turun. “Nah kalau diliat itu, bisa jadi turun karena mall tutup, wisata juga tutup,” pungkasnya.


Dian Nurlita/Kim

2 KOMENTAR