Dampak Covid-19, Omzet Penjualan Sapi Kurban Menurun 30 Persen

ALIAN, SM Network – Dampak Covid-19 ternyata juga menurunkan omzet penjualan hewan kurban. Terutama penjualan sapi yang menjelang hari raya Idul Adha 1441 H mengalami penurunan hingga 30 persen.

Seperti dialami Supriyanto (47), salah seorang pedang sapi kurban yang berlokasi di RT 02 RW 01, Desa Jatimulyo Kecamatan Alian, Kebumen. Menurutnya, jika biasanya setiap menjelang Idul Adha bisa menjual 80 sampai 100 ekor sapi, namun kali ini hanya 50 hingga 60 ekor sapi.

‘’Tahun ini penjualan sapi menurun sampai 30 persen. Berbeda dari tahun sebelumnya yang setiap kelompok masyarakat bisa membeli satu hingga dua ekor sapi kurban, namun tahun ini hanya bisa membeli satu ekor sapi kurban saja, bahkan ada juga yang tidak bisa membeli sapi,’’ ujar pria yang akrap disapa Yanto.

Ia melanjutkan, usaha yang dirintisnya sejak tahun 1995 ini, berawal hanya dari 1 ekor sapi dan kini dengan dibantu 3 orang karyawan, mampu menyediakan berbagai jenis sapi yang siap untuk dijadikan hewan kurban. Mulai dari jenis sapi PO, Limusin, Bali, dan Madura. Meski begitu usahanya ini hanya dilakukan setiap menjelang datangnya Idul Adha. Untuk hari biasa, Ia hanya melayani penjualan sapi muda (pedhet).

Adapun untuk harga perekor spi yang ia tawarkan bervariatif, mulai dari Rp 17,5 juta hingga Rp 30 juta. Bahkan ada juga yang sampai Rp 40 juta, tergantung dari jenis sapi dan bobotnya. Sedangkan stok barang, ia mendapatkandari luar kabupaten, seperti Yogyakarta dan Banjarnegara.

‘’Pernah juga saya jual satu ekor sapi sampai Rp 40 juta, jenisnya Limusin dengan bobot 800 Kg. Stok barangnya memang sering cari di kabupaten luar, tapi ada juga yang asli dari Kebumen,’’ imbuhnya.

Lebih lanjuy, biasanya para pelanggan yang membeli sapi untuk hewan kurban tidak langsung diambil, namun dititipkan sementara sampai hari pelaksanakan kurban atau Idul Adha. Pembeli yang datang dari berbagai kalangan, ada dari berbagai kalangan masyarakat, panitia masjid, serta kelompok.

Terkait kualitas dan kesehatan sapi, dirinya menandaskan bahwa semua sapi yang ia jual dipastikan aman dan layak untuk dijadikan hewan kurban.

‘’Insya Alloh semua sapi yang saya jual kondisinya sehat dan telah memenuhi syarat untuk kurban karna sebelumnya telah di cek oleh dokter hewan Kebumen,’’ jelasnya.

Salah satu pelanggan, Mahfud yang juga Guru SMP 1 Kebumen mengaku sejak 2015 dirinya setiap tahun rutin membeli sapi kurban untuk keperluan di sekolah. “Karena tahun ini ada pandemi korona jadi hanya mampu membeli satu ekor sapi saja. Biasanya sih dari sekolah kami membeli dua ekor sapi,’’ ujarnya.


Arif Widodo / K5

3 Komentar

  1. Your site is very helpful. Many thanks for sharing!

Tinggalkan Balasan