SM/Adib Annas Maulana - MENANDATANGANI : Plt Kepala DPUPR Wonosobo Esti Mulyanto menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi Kabupaten Wonosobo tahun 2021 di Halaman DPUPR Wonosobo, kemarin.

WONOSOBO, SM Network – Sebanyak 46 desa di Kabupaten Wonosobo menerima DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi senilai Rp 16,5 miliar pada tahun 2021 . Program yang bersumber dari dana APBN itu diharap dapat meningkatkan pelayanan infrastruktur dasar, berupa akses air minum dan pengelolaan sanitasi yang layak.

Bupati Wonosobo, Afif Nurhidayat mengatakan, sasaran yang ingin dicapai Pemerintah Daerah (Pemda) dengan dilaksanakannya kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi adalah tersedianya sarana prasarana air minum dan sanitasi yang sesuai dengan kebutuhan dan kemampuan masyarakat. Hal itu disampaikan Afif pada acara penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) Kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi di halaman Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Wonosobo , kemarin (16/3).

“Kegiatan DAK Bidang Air Minum dan Sanitasi ini dilaksanakan secara swakelola dengan berbasis pemberdayaan masyarakat dan dilaksanakan dengan prinsip transparan dan akuntabel. Dimana pelaksanaannya harus selalu mengedepankan asas keterbukaan dalam setiap pengambilan keputusan, dalam pengelolaan kegiatan, dan pengelolaan keuangan,” ungkap Afif.

Plt Kepala DPUPR Wonosobo, Esti Mulyanto menjelaskan, program tersebut bersumber dari dana APBN sebesar Rp. 16.595.000.000 dengan rincian, DAK Air Minum sebesar Rp. 6.435.000.000 DAK Sanitasi sebesar Rp. 10.160.000.000. Selain anggaran dari APBN, pada tahun ini Desa-desa penerima kegiatan DAK juga menganggarkan sharing dari APBDes minimal 10% dari anggaran DAK yang diterima.

Secara total, lanjutnya, anggaran sharing APBDes sebesar Rp.2.670.200.000 dengan rincian, untuk DAK Air Minum sebesar Rp. 908.800.000 untuk DAK Sanitasi sebesar Rp. 1.761.400.000. Sementara Target Capaian pada kegiatan ini adalah DAK Air Minum membangun sebanyak 2.384 sambungan rumah air minum dan DAK Sanitasi membuat sebanyak 2.399 sambungan rumah sanitasi.

Esti menambahkan, terdapat 15 desa penerima DAK Air Minum dan 31 Desa penerima DAK Sanitasi, sehingga jumlah totalnya adalah 46 desa. Dimana terdapat enam desa yang mendapatkan dua kegiatan sekaligus yaitu Desa Kaliwuluh, Batursari, Kayugiyang, Menjer, Reco dan Pagerejo.