Usai diwisuda para wisudawan langsung berselvia ria. (Foto : suaramerdeka.com/dok)

YOGYAKARTA, SM Network – Dunia saat ini sedang mengalami perubahan sangat cepat dan cukup dasyat. Perubahan itu dimotori oleh perkembangan teknologi informasi dan komunikasi.

Kemajuan teknologi komputasi, ‘artificial intelgent, robotic, internet of things, dan sebagainya telah menjadi makin canggih dan berpengaruh dalam era yang disebut Industrial Revolution 4.0.

Namun, menurut Ir Henry Feriadi MSc, PhD, Rektor UKDW Yogyakarta, tidak hanya revelosi industri saja yang menyebabkan, hubungan antar negara di dunia ini semakin terhubung dan saling mempengaruhi dalam berbagai bidang.

Saat ini semua prihatin akan wabah virus corona Covid-19 yang bermula di Wuhan, China, namun dalam beberapa hari telah begitu menakutkan penyebarannya hingga hampir semua negara resah dibuatnya.

Karena virus tersebut, tidak hanya menyerang manusia, tapi juga melumpuhkan ekonomi, menimbulkan ketegangan politik, sosial, budaya dalam skala yang tidak pernah dibayangkan sebelumnya.

”Dunia sedang dilanda ketidak pastian. Resesi ekonomi sudah terjadi beberapa negara disekitar Indonesia,” kata Ir Henry Feriadi, MSc, PhD, Rektor Universitas Kristen Duta Wacana (UKDW) Yogyakarta, saat memwisuda sarjana dan pasca sarjana di kampus setempat, kemarin.

Kali ini UKDW Yogyakarta, telah memwisuda 182 sarjana. Berhasil lulus terbaik, Dian Paramitha, Program Studi Akuntansi dengan Indeks Prestasi 3,98.

Kemudian Fransisca Febri Mangesti, Program Studi Arsitektur dengan Indeks Prestasi 3,91 dan Ni Komang Ria Puspita, Program Studi Manajemen dengan Indeks Prestasi 3,88.

Melihat kondisi demikian ini, lanjut Henry Feriadi, tantangan besar bagi perguruan tinggi saat ini adalah bagaimana mempersiapkan generasi muda untuk menghadapi tuntutan kemajuan iptek dan goncangan jaman yang seperti ini.

Apakah konsep, teori, metodologi, teknologi yang diajarkan melalui perkuliahan bias berguna dan tetap relevan dengan tantangan yang dihadapi dunia kerja?

”Apakah peran manusia akan tergantikan oleh kemampuan komputer dan robotik dengan kemampuan canggih kecerdasan buatan? Apakah skills yang dibutuhkan lulusan agar bisa ‘survive’ dimasa depan?,” katanya dengan nada tanya.

John Naisbitt dalam bukunya ‘High Tech, High Touch’ telah meramalkan bahwa semakin canggih teknologi, makin diperlukan sentuhan raa manusia.

Memang robot dan mesin akan makin mendominasi dan membuat biaya produksi menjadi murah dibandingkan tenaga manusia yag akan semakin mahal.

Namun tidak semua hal akan bisa tergantikan oleh kecanggihan teknologi (high tech) terutama dalam hal relasi sosial, kebutuhan spiritual dan kepuasan batiniah, dalam hal inilah manusia tetap memerlukan Tuhan dan manusia.


(Sugiarto/CN19/SM Network)

2 KOMENTAR